Jumat, 30 Jul 2021
radarbanyuwangi
Home > Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Antisipasi Penumpukan Kendaraan, Siapkan Tiga Kantong Parkir

22 Juli 2021, 11: 45: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Foto ilustrasi kendaraan parkir di Pelabuhan Ketapang. Mengantisipasi penumpukan kendaraan saat PPKM Darurat ini, pihak pelabuhan menyiapkan tiga lokasi parkir.

Foto ilustrasi kendaraan parkir di Pelabuhan Ketapang. Mengantisipasi penumpukan kendaraan saat PPKM Darurat ini, pihak pelabuhan menyiapkan tiga lokasi parkir. (Hermawan For RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Pemberhentian sementara layanan penyeberangan bagi kendaraan nonlogistik di Pelabuhan Ketapang mulai diberlakukan tadi malam (14/7). Berbagai upaya pun dilakukan aparat kepolisian bersama stakeholders terkait untuk mengantisipasi potensi penumpukan kendaraan di sekitar pelabuhan kebanggaan masyarakat Banyuwangi tersebut.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Tanjung Wangi AKP Ali Masduki mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada seluruh penumpang, baik kendaraan pribadi, bus, maupun mobil travel sejak Selasa (13/7). Sosialisasi juga dilakukan dengan memasang banner di titik strategis, siaran radio dan informasi melalui website resmi. ”Petugas juga melakukan sosialisasi ke lapangan dengan melakukan woro-woro di lokasi validasi rapid test antigen yang ada di Terminal Sritanjung,” ujarnya kemarin (14/7).

Tidak hanya itu, Kapolsek Ali menuturkan sosialisasi kebijakan kendaraan nonlogistik ”hanya” bisa menyeberang melalui Pelabuhan Ketapang antara pukul 06.00 sampai 19.00 juga telah disampaikan kepada para agen travel dan pemilik perusahaan transportasi. ”Sosialisasi dilakukan oleh seluruh stakeholder, baik dari kami sendiri (kepolisian), dari Dinas Perhubungan, dan Kepala Wilayah Perhubungan untuk komunikasi ke terminal-terminal dan pemilik bus,” kata mantan Kapolsekta Banyuwangi tersebut.

Baca juga: Cegah Terpapar Covid, Rutin Konsumsi Buah

Upaya lain untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan, pihak kepolisian telah menyiapkan sejumlah kantong parkir bagi kendaraan nonlogistik yang datang pada jam pembatasan. Saat ini sudah ada tiga kantong parkir yang disiapkan. Tiga kantong parkir yang sudah disiapkan yakni di area Terminal Sritanjung, area parkir Pelabuhan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP), dan di kawasan hotel Banyuwangi Beach. ”Jika diperlukan masih banyak kantong parkir yang bisa digunakan,” kata Ali.

Ali menambahkan, seluruh kegiatan yang dilakukan akan di-backup oleh Polresta Banyuwangi dan stakeholder terkait. ”Kami terus melakukan koordinasi dengan lintas sektoral,” tuturnya.

Seperti diberitakan kemarin, pengumuman bagi warga yang hendak menggunakan jasa penyeberangan rute Jawa–Bali melalui Pelabuhan Ketapang. Mulai Rabu (14/7) kendaraan nonlogistik ”hanya” bisa menyeberang melalui pelabuhan yang berlokasi di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro tersebut antara pukul 06.00 sampai 19.00.

Di luar jam-jam tersebut, Pelabuhan Ketapang hanya melayani kendaraan logistik yang akan menyeberang ke Pulau Dewata. Hal serupa juga berlaku di Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Suharto menyatakan, keputusan itu disampaikan Kepala Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Jatim dalam rapat yang digelar di kantor ASDP Ketapang Selasa (13/7). ”Berdasar hasil rapat, penyampaian dari kepala BPTD Jatim, tadi (kemarin, Red) sudah diambil kesepakatan mulai 14 Juli 2021 khusus pejalan kaki, roda dua, roda empat penumpang, travel, dan bus mulai jam 19.00 sampai 06.00 tidak dilayani untuk penyeberangan,” ujarnya.

Masih berdasar hasil rapat tersebut, kata Suharto, kendaraan nonlogistik tersebut diizinkan menyeberang mulai pukul 06.00 sampai 19.00 WIB. Kebijakan ini juga berlaku bagi kendaraan yang menyeberang dari Gilimanuk menuju Ketapang.

Suharto menambahkan, kebijakan ini merupakan aturan dari pusat. Rapat tersebut, kata dia, menindaklanjuti instruksi Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat pada rapat sebelumnya. Kebijakan ini akan diberlakukan selama pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali alias hingga 20 Juli mendatang. (sgt/afi/c1)

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news