Jumat, 30 Jul 2021
radarbanyuwangi
Home > Kolom
icon featured
Kolom

MPLS dalam Masa PPKM

Oleh: Mulyo Utomo*

22 Juli 2021, 07: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

MPLS dalam Masa PPKM

Share this          

TAHUN ajaran baru 2021-2022 sudah mulai. Sesuai dengan kalender pendidikan, tahun ajaran baru diawali pada tanggal 12 Juli 2021. Seperti biasanya, untuk mengawali kegiatan awal tahun pelajaran dilaksanakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

MPLS merupakan kegiatan pertama yang dilakukan oleh peserta didik baru ketika masuk sekolah untuk pengenalan program, sarana dan prasarana sekolah, cara belajar yang efektif, penanaman konsep pengenalan diri, dan pembinaan awal kultur sekolah. Artinya, peserta didik baru tidak hanya dikenalkan dari sisi fisik sekolah barunya akan tetapi juga pengenalan sekolah yang bersifat non fisik.

Dalam penyelenggaraan MPLS di sekolah wajib melakukan kegiatan yang bermanfaat, bersifat edukatif, kreatif dan menyenangkan. Kegiatan MPLS dilarang mengarah pada perpeloncoan atau tindakan kekerasan lainnya (bersifat humanis). Konsep MPLS yang humanis, dinamis, menyenangkan, edukatif, dan bermakna.

Baca juga: Sidak Lapak Hewan Kurban, Pastikan Kambing yang Dijual Sehat

Kegiatan MPLS yang biasanya digunakan sebagai ajang untuk perkenalan  dengan lingkungan, teman baru, pendidik dan tenaga kependidikan yang ada di lingkungan sekolah baru secara tatap muka, untuk kedua kali pelaksanaan MPLS tahun ini dilaksanakan secara  daring, mengingat kondisi penyebaran pandemi Covid-19 yang semakin meningkat. Kegiatan saat ini harus disesuaikan dengan kondisi yang ada, pandemi yang melanda seluruh wilayah Indonesia bahkan dunia, tidak memungkinkan untuk dilaksanakan secara tatap muka seperti tahun-tahun sebelumnya.

Tahun ini, MPLS dilakukan secara online atau daring. Banyak konsep yang ditawarkan dalam pelaksanaan kegiatan ini. Tergantung kesiapan sekolah dalam pelaksanaan kegiatan ini. Seperti sarana dan prasarana, platform atau moda pembelajaran, infrastruktur dan sumber daya manusia.

Salah satu komponen penting dalam pelaksanaan pembelajaran/ kegiatan daring adalah pemahaman dan pemilihan platform pembelajaran. Agar proses pembelajaran dapat berlangsung dengan efektif dan efisien. Pemilihan platform juga harus memperhatikan setting belajar dan aktivitas pembelajaran. Setting pembelajaran terdiri dari:

a). Pembelajaran sinkron (synchronous learning), peserta didik harus mengikuti kelas secara langsung dan dapat berinteraksi di saat yang bersamaan. Tipe seperti ini memungkinkan peserta didik dari mana pun dapat berpartisipasi di saat yang bersamaan.

b) Pembelajaran asinkron (asynchronous learning), peserta didik tidak harus belajar secara real-time (live). Konten dan tugas sudah diberikan dalam jangka waktu tertentu dan peserta didik dapat menyesuaikan kapan saja.

c). Hybrid Learning, pada tipe ini merupakan kombinasi kedua tipe di atas. Peserta didik dapat memilih mengikuti kelas real-time (langsung) dan juga recorded learning.

Dalam kondisi pembelajaran seperti ini, siswa melaksanakan kegiatan dari rumah, maka peran keluarga sangat dibutuhkan dalam pengawasan kegiatan ini. Keluarga adalah bentuk masyarakat kecil yang terdiri dari beberapa individu yang terikat oleh suatu keturunan. Yakni kesatuan antara ayah, ibu, dan anak, yang merupakan kesatuan kecil dari bentuk-bentuk kesatuan keluarga. Keluarga adalah pendidik yang pertama dan utama telah dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara.

Pendidikan keluarga adalah pendidikan yang diberikan oleh orang tua kepada anak-anaknya sesuai dan dipersiapkan untuk kehidupan anak-anak itu di masyarakat kelak. Pendidikan keluarga di sekolah mampu menjadi wadah untuk menyinergikan peran serta sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam menumbuhkan karakter dan budaya berprestasi peserta didik.

Pendidikan keluarga di sekolah dianggap sebagai program yang paling cocok dalam membangun tiga pilar kemitraan. Yaitu sekolah, orang tua, dan masyarakat. Kemitraan dan peran aktif orang tua di sekolah berpengaruh meningkatkan kemajuan dan kesuksesan anak-anak mereka. Salah satu hal yang penting dalam pembelajaran dan pengenalan lingkungan sekolah dari rumah adalah dukungan orang tua.

Bentuk dukungan orang tua tersebut, antara lain beribadah bersama sesuai agamanya, berbuat kebaikan, bersikap disiplin, atau kegiatan yang dapat menumbuhkan serta meningkatkan karakter siswa.

Kegiatan MPLS dilaksanakan dengan agenda kegiatan bersama secara daring dan kegiatan mandiri di rumah masing-masing, dengan fokus pada praktik perbuatan baik di rumah masing-masing. Jenis kegiatannya bisa berupa wawancara, belajar secara langsung, penugasan, praktik kebaikan, evaluasi diri, evaluasi orang tua, diskusi antar teman, diskusi peserta dengan pembina, diskusi antara peserta dengan orang tua dan diskusi antar angkatan serta peserta belajar untuk berani membuat sebuah keputusan.

Pandemi Covid-19 menjadi salah satu materi penting yang perlu diangkat dalam kegiatan MPLS 2021. Peserta didik diberikan materi mengenai virus korona, gejala yang ditimbulkannya, bagaimana cara berkembangnya dan penularan virus, cara mencegahnya, dan istilah-istilah yang kerap kali digunakan selama Pandemi Covid-19. Hal ini dilakukan untuk membekali peserta didik baru tentang pengetahuan dan keterampilan pencegahan penyebaran virus korona.

Semoga kegiatan MPLS di tengah Pandemi Covid-19 dalam masa PPKM secara daring ini, tidak mengurangi isi dan tujuan dari kegiatan. Diharapkan siswa lebih mengenali lebih jauh tentang keberadaan lingkungan sekolah. Kita semua tetap berharap peserta didik baru dapat mengenal lingkungan sekolahnya dengan baik. Serta terjalin kemitraan antara peserta didik, sekolah, dan orang tua, dalam hal menggali kebaikan dan potensi diri dengan maksimal dari rumah.

Hal ini dapat mendorong orang tua dan masyarakat untuk lebih terlibat dalam pendidikan yang baik bagi anak. Anak atau peserta didik akan tetap produktif, bahagia, semangat belajar di tengah pandemi. Dan tentunya dengan materi pengenalan virus korona ini, siswa dan keluarga akan semakin paham dalam mengenali gejala dan cara mengatasinya. Semoga. (*)

*) Staf Pengajar di SMKN 1 Situbondo.

(bw/*/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news