Jumat, 30 Jul 2021
radarbanyuwangi
Home > Ekonomi Bisnis
icon featured
Ekonomi Bisnis

Sidak Lapak Hewan Kurban, Pastikan Kambing yang Dijual Sehat

22 Juli 2021, 07: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

SUDAH POEL: Tim Keswan dan Kesmavet Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi memeriksa kambing kurban di lapak penjualan hewan kurban di Jalan Brawijaya, Banyuwangi, kemarin (13/7).

SUDAH POEL: Tim Keswan dan Kesmavet Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi memeriksa kambing kurban di lapak penjualan hewan kurban di Jalan Brawijaya, Banyuwangi, kemarin (13/7). (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Pada hari raya Idul Adha ini, Dinas Pertanian dan Pangan mulai turun ke lapangan memeriksa kesehatan hewan kurban. Petugas menggelar inspeksi mendadak (sidak) di sentra-sentra penjualan hewan kurban yang tersebar di Bumi Blambangan.

Sidak dilakukan untuk memastikan ternak yang dijual sehat dan memenuhi persyaratan sebagai hewan kurban. Di wilayah Kota Banyuwangi, sidak  dipimpin Kepada Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Pertanian dan Pangan  Nanang Sugiharto. Hasilnya, petugas tidak menemukan hewan yang sakit atau yang  tidak memenuhi syarat sebagai hewan kurban.

Nanang mengatakan, pemeriksaan kesehatan hewan dilakukan serentak di seantero Banyuwangi. Untuk itu, petugas dari 12 Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) di Bumi Blambangan dikerahkan. ”Ini kami lakukan supaya penyediaan hewan kurban sesuai persyaratan, baik persyaratan teknis maupun syariat agama Islam,” ujarnya.

Baca juga: Pendaftaran Haji Ditutup Selama PPKM Darurat

Nanang menjelaskan, sapi yang akan dijadikan hewan kurban harus berumur minimal dua tahun. Sedangkan kambing minimal berumur satu tahun dan sudah poel alias giginya sudah tanggal. Selain memastikan hewan yang dijual memenuhi syarat untuk kurban, sidak dilakukan untuk mengedukasi masyarakat. ”Masyarakat diharapkan tidak sekadar membeli hewan untuk dijadikan kurban, tetapi juga harus memastikan hewan yang dibeli memenuhi persyaratan sebagai hewan kurban. Makanya para pedagang harus menjual hewan sesuai dengan syariat agama Islam,” katanya.

Pihaknya memang tidak menemukan beberapa hewan yang sakit atau yang tidak memenuhi syarat sebagai hewan kurban. Kendati begitu,  pemeriksaan akan terus dilakukan ke seluruh lapak pedagang hewan kurban. ”Hewan yang sakit akan langsung ditangani, diberi antibiotik dan vitamin,” tegasnya.

Setelah dipastikan seluruh hewan yang dijual memenuhi persyaratan sebagai hewan kurban, penjual diberi sertifikat verteriner. Dengan sertifikat tersebut, calon pembeli bisa mengetahui lapak para pedagang yang sudah memenuhi syarat atau tidak. ”Sertifikat ini bisa dipasang di lokasi penjualan hewan kurban sebagai tanda hewan yang dijual sudah memenuhi syarat sebagai hewan kurban. Jadi calon pembeli tidak ragu untuk membeli hewan di tempat tersebut,” terangnya.

Salah satu penjual hewan kurban, Suwarso alias Pak Iid mengaku senang lapak penjualan hewan kurban miliknya diperiksa oleh petugas dari Dinas Pertanian dan Pangan. Dengan pemeriksaan itu, dia bisa mengetahui kondisi hewan yang dijual sudah layak atau belum. ”Kalau ada sertifikatnya,  konsumen bisa percaya seratus persen bahwa hewan yang kami jual memenuhi syarat sebagai hewan kurban,” aku pria yang menjual kambing kurban di jalan Brawijaya tersebut.

Pak Iid mengaku menjual kambing kurban dengan harga di  kisaran Rp 2 juta sampai Rp 4 juta. Selama PPKM Darurat memang belum ada pengaruh dari penjualan. ”Tidak ada penurunan maupun peningkatan, semuanya masih normal,” pungkasnya. (rio/aif)

(bw/rio/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news