Jumat, 30 Jul 2021
radarbanyuwangi
Home > Kesehatan
icon featured
Kesehatan
Naik dan Turun Pasien Covid-19

Warga Cenderung Pergi ke Rumah Sakit Saat Sudah Parah

21 Juli 2021, 20: 15: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

MENUNGGU: Pasien menjalani perawatan di lorong samping UGD RSUD Genteng sebelum dipindah ke ruang isolasi pada Sabtu malam (12/7).

MENUNGGU: Pasien menjalani perawatan di lorong samping UGD RSUD Genteng sebelum dipindah ke ruang isolasi pada Sabtu malam (12/7). (Sugiyo Sastro for RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Para tenaga kesehatan (nakes) yang menanganani pasien Covid-19 di rumah sakit,  harus bekerja lebih keras lagi. Setiap hari, angka kematian terus bermunculan. Meski, jumlah pasien yang sembuh juga cukup banyak. Dalam sepekan ini saja, ratusan pasien yang terkena virus korona dinyatakan sembuh dan bisa kembali beraktivitas lagi.

Humas RSUD Genteng, dr. Sugiyo Sastro mengakui pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di rumah sakit dan meninggal itu ada. Dalam sehari kemarin (13/7), pasien yang meninggal ada empat orang. Sedang pada Senin (12/7), ada tujuh pasein Covid-19 tidak terselamatkan. “Yang meninggal itu kondisinya sudah parah dengan komorbit (penyakit penyerta),” katanya.

Dari analisa para nakes, pasien Covid-19 yang meninggal itu sebagian besar pasien dengan komorbit serius, seperti diabetes, gagal ginjal, dan penyakit jantung. Selain itu, penanganannya agak terlambat. Biasanya, para pasien itu dibawa ke rumah sakit saat kondisinya mengalami gejala sedang atau parah. “Setelah merasa sesak, baru dibawa ke rumah sakit,” jelasnya.

Baca juga: LPJU Lain Dipadamkan, LPJU Tenaga Surya Terus Menyala

Kondisi itu terlihat dari pasien saat datang di UGD RSUD Genteng. Seperti pada Senin malam (12/7), pasien yang mengalami gejala Covid-19 saat datang keadaannya sudah cukup parah. Beruntung, petugas yang ada sudah menyiapkan skenario penanganan. “Kondisi sudah parah baru dibawa ke rumah sakit, sekarang ini di UGD ada delapan pasien,” terangnya.

Menurut dr. Sugiyo, meski para pasien itu datang dengan kondisi sudah parah, angka kesembuhan terus bertambah.  Selama sepekan ini, pasien Covid-19 di RSUD Genteng yang dinyatakan sembuh ada 15 orang. Dan saat ini, yang menjalani perawatan ada 30 pasien dengan kondisi membaik. “Yang sembuh banyak, yang isolasi mandiri banyak sekali,” ungkapnya.

Dalam menangani pasien Covid-19, jelas dia, banyak upaya yang dilakukan oleh para nakes demi menyembuhkan pasien. Di antaranya, dengan vaksinasi yang terus digelar, pemeriksaan dini melalui tracing saat muncul kasus baru ditemukan. Jika warga bisa proaktif membantu tracing dan mengikuti pemeriksaan oleh nakes, kemungkinan besar angka kesembuhan bisa semakin besar lagi. “Kalau cepat diketahui, bisa segera ditangani,” ujarnya.

dr. Sugiyo berharap masyarakat tidak melihat tracing sebagai sesuatu yang menakutkan. Sebab, tracing dan pemeriksaan antigen langkah awal untuk mengetahui status warga. Jika memang negatif, bisa semakin hati-hati. Tapi kalau ditemukan terpapar Covid-19, nakes akan bisa memberikan penanganan sesuai kondisi di lapangan. “Makanya ada tes rapid itu untuk ambil tindakan biar cepat,” ungkapnya.

Angka kesembuhan pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di rumah sakit swasta, juga terus bertambah. Di RS Al Huda Gambiran, banyak pasien yang terkena virus korona banyak yang pulang dengan kondisi sehat. “Sejak menangani pasien Covid-19, banyak pasien yang sehat lagi,” cetus Hospital Liaison Officer (HLO) RS Al Huda Gambiran, dr. Soegeng Hery Priyanto.

Selama sepekan terakhir, jelas dia, sebanyak 54 pasien yang dirawat di RS Al Huda Gambiran dinyatakan sembuh dan bisa pulang. “Yang masuk karena Covid-19 banyak, tapi yang sembuh juga banyak sekali,” katanya.

Untuk pasien yang kini masih menjalani perawatan di RS Al Huda Gambiran, jumlahnya sekitar 98 pasien. Kondisi mereka, sebagian besar juga terus membaik. “RS Al Huda mengerahkan nakes secara maksimal dalam memantau perkembangan pasien-pasien Covid-19 ini,” ujarnya.

Menurut dr. Soegeng, untuk menangani pasien Covid-19 yang akhir-akhir ini cukup tinggi, pihaknya menyiapkan lebih dari 20 tenaga dokter dan ratusan perawat dan bidan bidan. “Kita juga menyiapkan nakes lainnya untuk mendukung penyembuhan pasien,” ungkapnya.(sli/abi)

(bw/sli/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news