Senin, 20 Sep 2021
radarbanyuwangi
Home > Genteng
icon featured
Genteng

Pengunggah Video Kades Mantu Mengaku Diintimidasi

21 Juli 2021, 20: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

TAK TERKENDALA: Pelayanan Kantor Desa Temuguruh tetap berjalan seperti biasa pasca acara hajatan pernikahan anak kades kemarin (13/7).

TAK TERKENDALA: Pelayanan Kantor Desa Temuguruh tetap berjalan seperti biasa pasca acara hajatan pernikahan anak kades kemarin (13/7). (Krida Herbayu/RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Diduga telah menyebarkan video acara pernikahan di media sosial, seorang penjaga stan minuman di depan Kantor Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu mendapat intimidasi dari Kepala Desa (Kades) Temuguruh Asmuni usai acara dibubarkan.

Nadia, 26, warga Desa Temuasri, Kecamatan Sempu mengatakan, sekitar pukul 20.00 pada Minggu (11/7), kades menghampirinya di stan minuman yang dijaga. Dengan penuh emosi dan tatapan mata yang tajam, kades menegurnya dengan keras. “Saya dimarahi karena mengunggah video itu, dia melototi saya dengan tatapan matanya yang merah,” ujarnya.

Saat itu, terang dia, kades sempat melontarkan kata-kata berbau intimidasi. Kades menyalahkan video yang diunggah ke media sosial tersebut. “Dia mengatakan saya dicari polisi atas unggahan video hajatan yang digelar di kantor desa itu,” cetusnya.

Baca juga: Hari Keempat, Pencarian Nelayan Hilang Masih Nihil

Mendapat intimidasi seperti itu, Nadia sempat takut dan syok lantaran perkataan kades yang kasar itu. Meski demikian, ia mengatakan apa yang dilakukan kades melanggar aturan karena menggelar pesta pernikahan saat penerapan PPKM Darurat. “Saya yang disalahkan atas unggahan video itu, seharusnya dia yang salah karena sudah jelas tidak boleh menggelar acara hajatan, apalagi dia itu seorang kades,” ungkapnya.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Genteng, kondisi kantor Kepala Desa Temuguruh terlihat lengang, ruang kades tertutup rapat kemarin (13/7). Tapi, pelayanan di kantor desa masih berjalan seperti biasa. “Pak kades tidak ada di kantor, masih memenuhi panggilan pihak kepolisian,” ungkap Kasi Pelayanan Pemerintah Desa Temuguruh, Dimas Nurhabibi.

Menurut Dimas, pelayanan desa tetap berjalan seperti biasa. Tidak ada kendala meski kades sedang tidak ada di kantor. Untuk urusan permintaan tandantangan kades, bisa melalui sistem elektronik dan menyesuaikan. “Pelayanan tetap berjalan seperti biasa, urusan di lapangan dikerjakan sekertaris desa dan kepala dusun,” ungkapnya.(kri/abi)

(bw/kri/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya