Senin, 20 Sep 2021
radarbanyuwangi
Home > Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Terpukul PPKM Darurat, PKL Tanyakan Kejelasan Bantuan Kompensasi

21 Juli 2021, 16: 45: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

DITERTIBKAN: Personel Satpol PP Banyuwangi menertibkan para PKL di Jalan Veteran, Kepatihan, Banyuwangi. Sejumlah PKL terdampak PPKM Darurat mempertanyakan kompensasi penutupan.

DITERTIBKAN: Personel Satpol PP Banyuwangi menertibkan para PKL di Jalan Veteran, Kepatihan, Banyuwangi. Sejumlah PKL terdampak PPKM Darurat mempertanyakan kompensasi penutupan. (Bagus Rio/RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) mulai mempertanyakan kejelasan kompensasi  bantuan uang tunai kepada ribuan warung kecil/PKL yang jam operasionalnya harus dibatasi pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat 3 sampai 20 Juli.

Sejumlah PKL merasa belum pernah didata terkait kompensasi bantuan uang tunai seperti dijanjikan Pemkab Banyuwangi tersebut. “Saya sebagai pedagang belum pernah didata terkait kompensasi bantuan,” ungkap Heri, salah seorang pedagang nasi goreng di Rogojampi.

Menurut Heri, sejak pemberlakuan PPKM Darurat dagangannya  selalu tersisa karena harus tutup lebih awal. “Kalau tidak tutup lebih awal diobrak oleh Satgas Covid-19 Kecamatan Rogojampi. Mau tidak mau ya harus tutup,” katanya.

Baca juga: Rogojampi Ajukan 134 PKL Terdampak PPKM Darurat

Praktis sejak pemberlakuan PPKM Darurat penghasilannya jauh berkurang. Lapak dagangannya baru buka pada pukul 18.00 selepas salat magrib. Maklum, tempat dagangannya harus numpang di depan toko yang baru tutup ketika sore hari.  “Kalau buka lebih awal tidak mungkin bisa, tokonya baru tutup menjelang magrib. Sementara warung saya  harus tutup sebelum pukul 20.00,” keluhnya.

Dia berharap bantuan kompensasi dari Pemkab Banyuwangi kepada para pedagang bisa tepat sasaran, khususnya kepada pedagang yang memang berjualan pada malam hari yang terdampak adanya kebijakan PPKM darurat. Hal senada juga diungkapkan Rudi Kawok, salah seorang pedagang roti bakar dan molen di depan MTs Srono. Menurutnya, hampir seluruh PKL yang mangkal pada malam hari terdampak PPKM Darurat tersebut. “Kami para pedagang di sepanjang jalan Pasar Srono  harus siap-siap tutup pada pukul 19.30,” ungkapnya.

Tepat pukul 20.00, petugas gabungan dari Satpol PP, TNI, dan Polri akan mendatangi kembali setiap warung dan lapak pedagang yang berjualan di sepanjang jalan Srono tersebut. Padahal, sebagain besar PKL sudah memahami peraturan PPKM Darurat yakni tidak melayani makan di tempat dan hanya melayani bungkus atau take away. “Kami ini sebetulnya sudah taat, tapi nggak  tahu kenapa masih diobrak terus. Padahal, kami sepakat tidak melayani makan di tempat,” jelasnya.

Dia berharap kompensasi bantuan para PKL terdampak kebijakan PPKM Darurat tersebut tepat sasaran. “Sampai hari ini, kami dengar mau ada bantuan kompensasi. Kami bersama PKL di jalan raya Srono  belum merasa didata oleh siapapun,” tandasnya. (ddy/aif)

(bw/ddy/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya