Jumat, 30 Jul 2021
radarbanyuwangi
Home > Edukasi
icon featured
Edukasi

Perkenalan Secara Online, Siswa Diminta Catat Kebaikan

21 Juli 2021, 16: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

DARING: Guru kelas 6 SDN 1 Panderejo, Ninik Istimuryani melakukan pembelajaran secara online dengan peserta didik, kemarin (12/7).

DARING: Guru kelas 6 SDN 1 Panderejo, Ninik Istimuryani melakukan pembelajaran secara online dengan peserta didik, kemarin (12/7). (Ninik for RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Hari pertama kegiatan belajar mengajar (KBM) di tahun ajaran baru 2021-2022. Sejumlah sekolah melakukan pembelajaran secara online atau dalam jaringan (daring) tanpa kendala berarti.

Pada hari pertama pelaksanaan KBM, sebagian besar sekolah tidak langsung memberikan materi pelajaran. Melainkan masih seputar pengenalan lingkungan, pengenalan guru dan pengenalan teman satu kelas. “Hari pertama ini, kami isi dengan perkenalan dulu antara siswa dengan guru,” ungkap guru kelas 6 SDN 1 Panderejo, Ninik Istimuryani.

Meski pembelajaran harus dilakukan secara daring, bukan menjadi masalah baginya. Karena para siswa telah terdata dalam whatsapp group  memudahkan koordinasi. Adapun pelaksanaan KBM dilakukan dengan menggunakan google meet. Sehingga para siswa bisa bertatap muka antara siswa lain dengan guru melalui layar kaca  terhubung dengan internet.

Baca juga: 12 Hari Ungkap Ratusan Kasus Kejahatan

Mengenai materi disampaikan kepada para siswa, lanjut Ninik, sebagai guru kelas enam, materi hari pertama ini yakni perkenalan karena para siswa kelas enam masih baru, selain perkenalan dengan teman baru juga perkenalan dengan guru kelas. “Termasuk kami menyampaikan pengenalan program apa dan bagaimana, serta membuat semacam kontrak kelas atau kontrak belajar peraturan apa saja  harus dipatuhi para siswa,” jelas guru sedang menempuh pendidikan strata dua ini.

Sebagai guru kelas, dia ingin anak didiknya menjadi anak  cerdas dan berkarakter. Karena dalam kurikulum 2013 ada empat aspek dinilai di antaranya spiritual, sosial, pengetahuan dan keterampilan. “Anak-anak juga kami minta membuat video perkenalan dirinya dan keluarganya dalam durasi satu menitan,” terang Ninik.

Tidak hanya itu, setiap hari para siswa juga diminta membuat laporan catatan kebaikan apa saja sudah diperbuat selama sehari sejak bangun tidur sampai tidur kembali. “ Jadi anak-anak saya minta mencatat kebaikan apa saja sudah diperbuat selama seharian, misalnya membantu orang tua mencuci baju, mencuci piring, menyapu halaman rumah dan hal-hal baik-baik. Harapannya anak didik kami ini bisa termotivasi  senantiasa melakukan kebaikan,” tandasnya.

Pola pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara daring ini bukan tanpa alasan. Melainkan berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor : 15 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali, dan Surat Edaran (SE) Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Banyuwangi Nomor 049/SE/STPC/2021 tentang PPKM Darurat Corona Kabupaten Banyuwangi.

Kondisi pembelajaran daring dilakukan karena Banyuwangi menjadi salah satu wilayah harus menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali mulai 3-20 Juli 2021. (ddy/afi)

(bw/ddy/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news