Jumat, 30 Jul 2021
radarbanyuwangi
Home > Edukasi
icon featured
Edukasi

Pembelajaran Daring Butuh Dukungan Orang Tua

21 Juli 2021, 12: 45: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

BELAJAR ONLINE: Siswa baru SMPN 1 Giri mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah  lewat video conference, pekan lalu.

BELAJAR ONLINE: Siswa baru SMPN 1 Giri mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah lewat video conference, pekan lalu. (Fredy Rizki/RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Hari ini pelajar di seluruh Banyuwangi kembali aktif mengikuti pembelajaran di tahun ajaran baru 2021-2022. Namun demikian, pembelajaran dilaksanakan secara online atau dalam jaringan (daring).

Kondisi ini dilakukan karena Banyuwangi menjadi salah satu wilayah yang harus menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat  mulai tanggal 3 sampai 20 Juli 2021. “Hari ini seluruh pelajar SD, SMP masuk tahun ajaran baru,” ungkap Plt. Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno.

Menurut Suratno, tahun ajaran baru dimulai pada hari ini Senin (12/7). Namun, proses pembelajaran tetap dilakukan secara daring, termasuk pada masa pengenalan lingkungan sekolah (PLS) yang telah dilakukan secara daring. “Untuk kelas pemula, seperti kelas 7 SMP, salah satu materi masa pengenalan lingkungan sekolah adalah  bagaimana teknis pembelajaran daring,” jelas Suratno.

Baca juga: Animo Tinggi, Vaksinasi di Kelenteng Hoo Tong Bio Diserbu Warga

Pelaksanaan sekolah daring  berlaku bagi semua jenjang pendidikan. Mulai Paud, TK, SD, hingga SMP. Begitu juga untuk Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) tanpa terkecuali. Dinas Pendidikan telah menerbitkan surat untuk guru agar menerapkan work from home (WFH). Selama pelaksanaan PPKM Darurat ini satuan pendidikan tidak boleh buka. “Selama proses belajar mengajar anak-anak tetap berada di dalam rumah dan tetap menjaga interaksi dengan orang lain,” terangnya.

Pembelajaran dengan sistem daring tidak terlalu bermasalah karena sudah pernah dilaksanakan saat pandemi virus korona melanda. “Saya kira kesiapan guru-guru dalam pembelajaran daring ini sudah siap, tinggal jalan saja,” tutur Suratno.

Selama pembelajaran daring  dibutuhkan kerja sama dari orang tua/wali murid. Pasalnya, tidak semua anak bisa memahami arahan dan tugas dari guru dengan baik. Dukungan dan peran orang tua sangat penting, terutama terkait dengan keaktifan siswa selama pembelajaran. (ddy/aif)

(bw/ddy/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news