Minggu, 19 Sep 2021
radarbanyuwangi
Home > Genteng
icon featured
Genteng

Digelar di Kantor Desa, Hajatan Kades Temuguruh Dibubarkan

21 Juli 2021, 08: 15: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

LANGGAR PPKM: Polisi memeriksa kantor Desa Temuguruh yang dipakai acara hajatan pernikahan putra Kades Temuguruh Asmuni pada Sabtu (10/7).

LANGGAR PPKM: Polisi memeriksa kantor Desa Temuguruh yang dipakai acara hajatan pernikahan putra Kades Temuguruh Asmuni pada Sabtu (10/7). (Polsek Sempu for RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id –Kepala Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, Asmuni tidak bisa memberi contoh yang baik. Di tengah pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, malah menggelar hajatan pernikahan putranya di kantor desanya, Sabtu (10/7).

Acara pernikahan yang berlangsung cukup megah itu, akhirnya dibubarkan oleh Satgas Penanganan Covid-19 dan Forpimka Sempu. “Hajatan pernikahan di kantor desa itu yang menggelar pak kades,” terang Rohim, 49, salah satu warga Desa Temuguruh.

Selama ini, terang dia, Kades Asmuni mengizinkan masyarakat menggelar hajatan di kantor desa. Sebab, itu salah satu programnya saat kampanye pemilihan kepala pilkades (pilkades). Hanya saja, saat PPKM Darurat seperti saat ini tidak seharusnya kades menggelar hajatan seperti itu. “Kalau masyarakat kecil yang menggelar hajatan, pasti sudah dibubarkan secara paksa,” ujarnya.

Baca juga: Dandim Banyuwangi Tinjau Pembangunan Jembatan TMMD

Menurut Rohim, warga sangat menyayangkan tindakan kades yang tidak mematuhi PPKM Darurat, dan melanggar peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat itu. Tindakannya itu, memberi contoh yang tidak baik bagi masyarakat, khususnya di Desa Temuguruh. “Sebagai kepala desa seharusnya paham penerapan PPKM Darurat, bukan malah dilanggar seperti itu,” kecamnya.

Camat Sempu, Khalid Askandar mengatakan setelah mendapat laporan ada hajatan di kantor Desa Temuguruh, bersama Satgas Penanganan Covid-19 dan Forpimka Sempu langsung menuju lokasi hajatan. Sekitar pukul 15.00, acara hajatan pernikahan anaknya kades itu langsung dibubarkan secara paksa. “Sebelumnya sudah kita peringatkan, tapi kades tetap ngotot,” terangnya.

Meski dalam acara hajatan itu tamu yang datang dibatasi dan acara itu menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat, terang dia, tapi Satgas Penanganan Covid-19 dan Forpimka Sempu tidak mengeluarkan izin keramaian untuk acara hajatan tersebut. “Acara hajatan itu tidak ada izin,” cetusnya.

Sebelum diterapkan PPKM Daruarat, pihaknya sudah mengumpulkan seluruh kepala desa yang ada di Kecamatan Sempu, kepala puskesmas, kepala KUA, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. “Dalam rapat itu juga membahas peraturan PPKM Darurat, semua setuju dan akan mengikuti peraturan,” ungkapnya.

Kapolsek Sempu, Iptu Rudi Sunaryanto menyampaikan membubarkan hajatan pernikahan yang digelar di kantor Desa Temuguruh itu. Seluruh tamu undangan yang sudah datang, diminta meninggalkan lokasi lantaran menimbulkan kerumunan massa. “Karena tidak ada izin dan hajatan digelar saat PPKM Darurat, terpaksa kami bubarkan, meski itu acara pernikahan anak kepala desa,” tuturnya.

Kapolsek mengaku juga mendatangi rumah Kades Temuguruh Asmuni untuk koordinasi secara persuasif. Kades mengakui kesalahannya dan bersedia menghentikan acara hajatan itu. “Untuk sanksi yang akan diberikan pada kades, Forpimka Sempu masih koordinasi dan melaporkan ke Forpimda Banyuwangi.(kri/abi)

(bw/kri/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya