Jumat, 30 Jul 2021
radarbanyuwangi
Home > Features
icon featured
Features
Legenda Persewangi Tempoe Doeloe

Ikrom Syafi’i Jalani Usaha Cucian Mobil

21 Juli 2021, 07: 15: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

M Ikrom Syafi'i (kiri) dan Khoirul Rofik (kanan) berlatih di Stadion Pancasila UGM Jogjakarta sebelum melakoni babak 8 besar Divisi III Nasional tahun 2005 silam.

M Ikrom Syafi'i (kiri) dan Khoirul Rofik (kanan) berlatih di Stadion Pancasila UGM Jogjakarta sebelum melakoni babak 8 besar Divisi III Nasional tahun 2005 silam. (Ali Sodiqin/RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Siapa yang tak kenal dengan Ikrom Syafii. Mantan Pemain Persewangi bertubuh mungil yang berposisi sebagai penyerang ini kerap mengobrak abrik pertahanan lawan di tengah lapangan.

Penyerang bertubuh mungil yang memiliki kemampuan lari cepat tersebut kerap bikin repor pertahanan musuh. Ikrom awal berkarier sebagai pesepakbola dimulai pada tahun 2003 saat bergabung bersama tim sepakbola kebanggan Banyuwangi, Persewangi. “Awal bergabung saya di tim junior,” ungkapnya.

Kala itu, dia terjaring sebagai pemain saat bergabung di klub Pesawat Tegalwudi. Maklum, ketika itu pemain sepak bola diambil dari klub-klub sepak bola dan masing-masing kecamatan selalu ada perwakilan pemain yang bergabung bersama Persewangi.

Baca juga: Ruli Novianto; Striker Keceng itu Kelola Bengkel Motor

Tak heran, jika era kepemimpinan Bupati (alm) Samsul Hadi jika kecintaan masyarakat Banyuwangi akan sepakbola antusiasnya sangat tinggi. Penonton yang hadir ke stadion sangat tinggi. Suporter dari masing-masing kecamatan saling guyub rukun mendukung tim kebanggan masyarakat Banyuwangi, Persewangi. Setiap Persewangi bermain tribun stadion tak pernah sepi.

Pemain kelahiran Banyuwangi pada 10 September 1983 mengaku saat masih duduk di bangku SMA, dirinya sudah direkrut untuk membela Persewangi Banyuwangi U-18 di arena Piala Suratin. Sejak tahun 2003, Ikrom bergabung tim Persewangi Banyuwangi selama 5 musim kompetisi, hingga akhirnya mengantar klub tersebut dari Divisi II ke Divisi I Liga Indonesia.

Dari awal karier di tim Persewangi Banyuwangi itulah, dia kemudian bergabung di tim senior dan sempat mengharumkan nama Banyuwangi di kancah sepakbola nasional. Ketika itu mengantarkan persewangi sebagai juara dua di Kejuaraan Nusadera. “ Kenangan yang tak bisa dilupakan bermain final di Senayan Jakarta pulang membawa piala juara dua,” kenangnya.

Karier sebagai pesepabola kian moncer, pada tahun 2007 dia bergabung bersama tim Mitra Kukar FC. Dia yang bergabung skuad Mitra Kukar pada kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia musim 2008 dan diposisi striker.

Selepas dari Mitra Kukar FC, Ikrom bergabung bersama tim Barito Putera pada musim kompetisi 2009. Ketika itu Ikrom yang mengenakan kaus bernomor punggung 7, ikut meloloskan Barito ke Divisi Utama 2010, tetapi gagal membawa Laskar Antasari masuk semifinal Divisi I.

Dia tercatat dua kali menapaki babak delapan besar Divisi I yang diselenggarakan oleh Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI). Pertama saat masih berkostum Barito Putera pada musim kompetisi 2009 dan Martapura FC (MFC) pada tahun 2013.

Namun sebelumnya pada tahun 2010, sebelum bergabung dengan Martapura FC dia juga pernah bergabung dengan tim Deltras Sidoarjo. “Hampir semua di klub yang saya tempati selalu naik kasta, dari liga dua ke liga satu,” jelasnya.

Karier Ikrom berhenti pada tahun 2016 lalu bersama tim Persewangi Banyuwangi yang turut membesarkan namanya. Kini, selepas tak lagi bermain sebagai pesepakbola profesional, Ikrom mulai menggeluti dunia usaha sebagai pengelola cucian mobil. “ Kebetulan saya menjalankan usaha kecil-kecilan Gardin Wass sebuah cucian motor dan mobil di Desa/Kecamatan Rogojampi,” tegasnya.

Meski masih konsenterasi membesarkan usaha cucian mobilnya, Ikrom juga sesekali masih menyempatkan bermain sepakbola dengan melatih tim yang mengantarkannya menjadi pemain Persewangi yakni tim pesawat Tegalwudi. “Saya masih melatih menularkan ilmu yang saya dapat kepada anak-anak di kampung. Saya ingin mereka juga berkembang dan bisa menjadi pemain profesional yang mengharumkan nama Banyuwangi di kancah sepakbola nasional,” pungkasnya. (ddy)

(bw/ddy/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news