Jumat, 30 Jul 2021
radarbanyuwangi
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Pendaftar Calon ASN Tembus 1.947 Orang

21 Juli 2021, 07: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

TERBUKA: Suasana tes berbasis komputer untuk seleksi ASN di Banyuwangi tahun 2020 lalu.

TERBUKA: Suasana tes berbasis komputer untuk seleksi ASN di Banyuwangi tahun 2020 lalu. (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Masa pendaftaran seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) di lingkup Banyuwangi tersisa 10 hari lagi. Meski waktu tersisa relatif panjang, namun ribuan warga sudah mendaftarkan diri sebagai peserta seleksi calon abdi negara tersebut.

Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, hingga Jumat malam (9/7) jumlah pendaftar seleksi ASN Pemkab Banyuwangi sudah nyaris mencapai 2.000 orang. Tepatnya 1.947 orang.

Jumlah pendaftar tersebut sudah hampir separo dari total lowongan yang tersedia. Sebab, tahun ini pemkab mendapat alokasi ASN sebanyak 3.937 formasi. Formasi yang tersedia tersebut meliputi 3.624 tenaga guru, 237 tenaga kesehatan, dan 76 tenaga teknis lainnya.

Baca juga: Rony Nurdiansyah Jadi PNS setelah Juarai PON Samarinda

Khusus tenaga guru, seluruh lowongan yang tersedia adalah untuk formasi PPPK. Rinciannya, sebanyak 764 lowongan guru sekolah menengah pertama (SMP), 2.308 guru kelas, dan 552 guru pendidikan jasmani dan kesehatan (Penjaskes) Sekolah Dasar (SD).

Sedangkan lowongan tenaga kesehatan dan tenaga kesehatan lain sebanyak 313 formasi. Tepatnya untuk formasi CPNS dan PPPK. Rinciannya, formasi CPNS tenaga kesehatan sebanyak 115 orang dan PPPK tenaga kesehatan sebanyak 122 orang. Selain itu, lowongan tenaga teknis lainnya sebanyak 76 formasi, yakni 41 CPNS dan 35 PPPK.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, tahun ini tidak ada formasi CPNS tenaga guru. Dia menggarisbawahi, ini justru menjadi kesempatan bagi para guru honorer. “Para tenaga honorer yang selama ini telah mengabdi bisa memiliki kesempatan besar mendapat kepastian status sebagai ASN, yakni sebagai PPPK,” tuturnya.

Kabar baiknya, khusus seleksi PPPK tahun ini, termasuk PPPK guru, Bupati Ipuk melakukan terobosan tidak memberlakukan ketentuan indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal sebagaimana pada seleksi ASN tahun-tahun sebelumnya.

Bupati Ipuk menuturkan, kebijakan tanpa pembatasan IPK minimal tersebut dilakukan untuk memberi kesempatan seluruh tenaga honorer yang selama ini telah mengabdi untuk ikut dalam seleksi PPPK. Selain itu, kebijakan ini juga sejalan dengan kebijakan Ipuk untuk membuka kesempatan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat. “Ini apresiasi untuk para tenaga honorer yang selama ini telah mengabdi. Para tenaga honorer bisa mengikuti PPPK tanpa ada syarat IPK minimal,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Banyuwangi, Nafiul Huda mengatakan, hingga Jumat malam jumlah pendaftar seleksi ASN tahun ini sudah mencapai 1.947 orang. “Mayoritas mendaftar formasi PPPK guru, yakni sebanyak 1.480 orang,” ujarnya.

Selain itu, ratusan orang telah mendaftar formasi tenaga teknis. Sebanyak 366 orang mendaftar sebagai CPNS tenaga teknis dan 24 orang mendaftar PPPK tenaga teknis. “Tidak sedikit pula warga yang mendaftar tenaga kesehatan, yakni pendaftar formasi CPNS tenaga kesehatan sebanyak 66 orang dan PPPK tenaga kesehatan sebanyak 11 orang,” bebernya.

Huda menambahkan, pendaftaran seleksi ASN akan dibuka hingga 21 Juli 2021 mendatang. “Silakan manfaatkan waktu yang ada untuk mendaftar,” pungkasnya. (sgt/bay)

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news