Jumat, 30 Jul 2021
radarbanyuwangi
Home > Features
icon featured
Features
Legenda Persewangi Tempoe Doeloe

Khoirur Rofik Fokus Bertani, Hanya Main saat Kangen

21 Juli 2021, 06: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

AGRICULTURE: Khoirur Rofik menyiram dengan telaten bibit tanaman cabai di areal persawahan miliknya.

AGRICULTURE: Khoirur Rofik menyiram dengan telaten bibit tanaman cabai di areal persawahan miliknya. (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – “Dahulu, di era 1980-an hingga 1990-an belum ada gawai alias gadget. Jadi, setiap pulang sekolah saya bersama teman-teman main sepak bola di lapangan dekat rumah. Menjelang Magrib, kami pulang lalu ngaji. Malamnya belajar.”

Begitu pengakuan Khoirur Rofik menceritakan awal mula ketertarikannya pada olah raga sepak bola. Hobi itu berlanjut saat Rofik beranjak remaja hingga dewasa. Bahkan, dari hobi itu melambungkan nama Rofik di belantika persepakbolaan Banyuwangi. Di tahun 2000, dia direkrut masuk skuad Persewangi Junior.

Setahun kemudian, yakni pada 2001, Rofik masuk skuad Persewangi senior yang kala itu berlaga di Divisi II Regional Jatim. Cukup lama Rofik yang berposisi sebagai pemain bertahan (defender) memperkuat tim sepak bola kebanggaan Lare Osing (Laros) tersebut. Dia membela Persewangi senior hingga tahun 2008.

BEK: Rofik merupakan salah satu legenda benteng pertahanan paling Persengai paling tangguh.

BEK: Rofik merupakan salah satu legenda benteng pertahanan paling Persengai paling tangguh. (Bayu Saksono/RadarBanyuwangi.id)

Baca juga: Gantung Sepatu, Kasubhan Kini Kelola Travel Umrah

Pada perkembangan selanjutnya, Rofik melanglang buana ke belantika sepak bola tanah air. Di tahun 2008, dia direkrut menjadi bagian kesebelasan Mojokerto Putra (MP). Bahkan, di tahun 2009, dia direkrut salah satu kesebelasan yang punya nama cukup mentereng di dunia sepak bola tanah air, yakni Barito Putra. Kala itu, Rofik memperkuat Barito Putra untuk mengarungi kompetisi Liga 2 Nasional.

Namun kini, Rofik telah “gantung sepatu”. Dia memilih bergelut di bidang pertanian. Dia turun langsung ke sawah. Bertani padi maupun aneka jenis tanaman hortikurtura. “Pokoknya yang menghasilkan rezeki untuk menyambung kehidupan keluarga. Anak pertama usia empat tahun, sekarang istri saya hamil dengan usia kandungan enam bulan,” bebernya.

Rofik menuturkan, selain sepak bola, dirinya memang suka bertani. Maklum, orang tuanya juga menggeluti bidang tersebut. “Maka, sekarang saya menggarap sawah. Daripada lahan menganggur, lebih baik digarap sendiri,” ujarnya.

Meski sudah “gantung sepatu”, Rofik tidak seratus persen meninggalkan dunia sepak bola. Sesekali dia bermain bola bersama rekan-rekannya sesama eks pemain Persewangi, baik main bersama tim Persewangi Legend maupun Persewangi All Star. “Kalau kangen teman-teman dan kebetulan tidak sibuk di sawah, saya gabung. Main sepak bola bersama teman-teman. Namun jika pekerjaan di sawah tidak bisa ditinggal, ya absen dulu,” kata dia.

Selain bermain di laga-laga persahabatan, Rofik mengaku enggan jika diajak bergabung dalam sebuah tim untuk berlaga pada suatu turnamen sepak bola. “Beberapa kali sempat ada yang ngajak ikut turnamen. Namun saya lebih memilih fokus di pertanian saja,” pungkasnya. (sgt/bay)

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news