Jumat, 30 Jul 2021
radarbanyuwangi
Home > Features
icon featured
Features
Legenda Persewangi Tempoe Doeloe

Edi Prianggawan Dapat Pekerjaan Gara-Gara Bermain Bola

21 Juli 2021, 06: 15: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

DEDIKASI: Edi Prianggawan bertugas menjadi korps Satpam di kantor PLN Muncar, Banyuwangi.

DEDIKASI: Edi Prianggawan bertugas menjadi korps Satpam di kantor PLN Muncar, Banyuwangi. (Dok. Edi Prianggawan for RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Hobi olahraga ternyata mendatangkan rezeki hingga mendapatkan sebuah pekerjaan. Itulah yang dialami Edi Prianggawan, 39, mantan stopper Persewangi asal Dusun Umbulrejo, Desa Bagorejo, Kecamatan Srono.

Edi mengaku ketiban berkah dari awal karirnya sebagai pemain sepak bola di Persewangi Banyuwangi. “Saya kebetulan waktu di Persewangi sekitar tahun 2004 silam,” ungkapnya.

Saat jadi pemain Persewangi Banyuwangi, Edi kala itu ikut seleksi pemain dari timnya Persib Bagorejo bersama Marzuki ‘’Boros’’ rekan satu timnya yang juga sama-sama berasal dari Persib Bagorejo. Setelah masuk di tim senior Persewangi dia bersama dengan rekan satu tim yang dikapteni oleh Rony Nurdiansyah, Febrian Sofiyandi, Rifak Erfandi, dan pemain lainnya. “Kala itu, saya era di bawah bimbingan pelatih Persewangi, almarhum Rusdi Bahalwan,” kenangnya.

TRENGGINAS: Edi Prianggawan saat membela Persewangi tahun 2004 silam.

TRENGGINAS: Edi Prianggawan saat membela Persewangi tahun 2004 silam. (Bayu Saksono/RadarBanyuwangi.id)

Baca juga: Banyuwangi Putra Tinggal Tunggu Empat Pemain Baru

Edi bertahan di tim Persewangi cukup lama hingga empat musim dan empat kali mencicipi pelatih yang berbeda. Selama bergabung skuad tim sepak bola kebanggaan Banyuwangi itu, dia berhasil mengantarkan tim berjuluk The Lasblang naik kasta dari liga 3 nasional ke liga 2 nasional. Saat itu promosinya di Jogjakarta. “Saya masih ingat geliat kecintaan masyarakat Banyuwangi terhadap sepak bola dan tim Persewangi sangat luar biasa,” cetusnya.

Dalam setiap pertandingan, tim Persewangi Banyuwangi menjadi idola dan kebanggan masyarakat Banyuwangi. Seluruh sudut tribun staidon tak pernah sepi dari dukungan suporter. Maklum saja, kala itu dukungan Pemerintah Daerah di bawah kepemimpinan Bupati (Alm) Samsul Hadi sangat tinggi.

Bahkan, untuk tempat mes tinggal pemain juga pernah menempati Pendapa Sabha Swagata Blambangan dan berpindah ke GOR Tawang Alun, dan di mess Gedung Pramuka sebelah barat GOR Tawang Alun Banyuwangi. “Kalau era kami sebagai pemain Persewangi memang cukup mendapat perhatian dan bisa dibanggakan,” cetusnya.

Sebelum pensiun dari pemain Persewangi Banyuwangi, lanjut Edi dia sempat diminta memperkuat tim Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Pelayanan Rayon Muncar dalam event open turnamen sepak bola yang diselenggarakan di Desa Plampangrejo. “Kebetulan kala itu saya diajak oleh Kari Sembodo memperkuat tim kesebelasan PLN Muncar,” katanya.

Karena kecintaannya pada sepak bola, kala itu dia rela tak diberi honor, meski hanya diberi uang bensin. Namun, pengorbanan itu berbuah manis. Edi akhirnya ditawari pekerjaan dan bergabung di PLN Muncar di bidang penagihan dan pemutusan. Lambat laun, kini dia mendapat posisi sebagai Satpam. “Alhamdulillah, saya bersyukur dari hobi kecintaan terhadap sepak bola hingga akhirnya mendapat pekerjaan,” terang bapak dua anak ini.

Sudah hampir 14 tahun berjalan sejak gantung sepatu sebagai pemain bola profesional, dia masih menikmati pekerjaannya sebagai Satpam di PLN Muncar. Namun demikian, kecintaannya terhadap sepak bola tak bisa lekang oleh waktu. Sesekali juga masih bermain sepak bola walau hanya “cari keringat” bersama rekan-rekan sekampung di Desa Bagorejo.

Sebagai pengobat rindu bermain di Stadion, dia juga kadang bermain bersama rekan-rekan setim mantan pemain Persewangi dalam pertandingan persahabatan Banyuwangi Legend. “Lumayan bisa mengobati rasa rindu dan kangen dengan keriuhan suporter saat bermain sepak bola,” bebernya. (ddy/bay)

(bw/ddy/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news