Jumat, 30 Jul 2021
radarbanyuwangi
Home > Genteng
icon featured
Genteng

Kerajinan Ukir Bangkrut, Banting Stir Jualan Desain

20 Juli 2021, 19: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

UNIK: Iskandar menunjukkan desain ukir di rumahnya Dusun Krajan 1, RT 1, RW 2 Desa/Kecamatan Tegalsari kemarin (9/7)

UNIK: Iskandar menunjukkan desain ukir di rumahnya Dusun Krajan 1, RT 1, RW 2 Desa/Kecamatan Tegalsari kemarin (9/7) (Shulhan Hadi/RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id –Pandemi hampir semua usaha mengalami dampak yang cukup parah, terlebih sektor industry kreatif, seperti kriya yang ditekuni Iskandar Joyo Kusumo, 29,  warga Dusun Krajan 1, RT 1, RW 2 Desa/Kecamatan Tegalsari.

Selama pandemi, ordernya mengalami penurunan yang drastis. Akibatnya, empat karyawan yang sebelumnya membantunya bekerja terpaksa di rumahkan. “Sebelum pandemi, saya memiliki empat karyawan, sekarang sendirian,” jelasnya.

Meski masih terpuruk akibat Covid-19, Iskandar mengaku tidak mau hanya berpangku tangan. Meski permintaan produk seperti radio ukir, pigura ukir, dan pesanan ukiran custom nyaris kosong, dia tetap mencoba terus berkarya. “Saya melakukan segara cara, salah satunya dengan memanfaatkan channel youtube,” katanya.

Baca juga: Jamu Rendaman Kidang Kencono Diyakini Tambah Imun dan Vitalitas Pria

Dengan cara ini, lanjut dia, permintaan akhirnya muncul. Tapi bukan dari konsumen, tapi dari sesama pengukir. Sejumlah pengukir memesan desain ukirannya. “Saya jualan gambar kepada teman-teman pengukir, produk ukiran sementara tidak ada yang beli,” ujarnya.

Desain yang dimiliki bisa laku, karena tidak semua pengukir bisa membuat desain. Hanya saja, para pengukir itu memiliki skill yang cukup bagus. Satu desain ukiran dijual dengan harga mulai dari Rp. 300 ribu. Semua itu mengacu tingkat kesulitan dan ukuran. “Alhamdulillah, desain ini dibeli teman-teman, mereka garapannya bagus, tapi tidak bisa menggambar,” jelasnya.(sli/abi)

(bw/sli/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news