Minggu, 19 Sep 2021
radarbanyuwangi
Home > Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Sehari, 17 Pasien Covid Meninggal

20 Juli 2021, 16: 45: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Foto Ilustrasi warga menyalatkan jenazah pasien Covid-19 dari luar mobil ambulance.

Foto Ilustrasi warga menyalatkan jenazah pasien Covid-19 dari luar mobil ambulance. (Habibul Adnan/RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id - Angka kematian akibat Covid-19 di Banyuwangi semakin tinggi. Kemarin (8/7) 17 pasien Covid meninggal dunia dalam kurun waktu 24 jam.

Ini kasus kematian harian tertinggi sejak pandemi covid 19 melanda Banyuwangi.

Angka tersebut juga menjadi catatan karena menjadi kasus kedua tertinggi di Jawa Timur setelah Tuban dengan 30 kasus kematian. “Dalam beberapa hari terakhir terjadi peningkatan angka kematian yang cukup tinggi. Kemarin (8/7) ada ada 17 pasien Covid yang meninggal dunia,’’ ungkap Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr. Widji Lestariono.

Baca juga: Jumlah Rumah Sakit Rujukan Ditambah

Fenomena meningkatnya kasus kematian dipicu banyaknya pasien yang baru dibawa ke rumah sakit dalam kondisi parah. Rata-rata mereka sudah mengalami sesak napas akibat dissaturasi oksigen. Meski sudah menjalani perawatan intensif di ruang ICU, namun nyawa mereka tak bisa diselamatkan karena virus sudah menyerang ke paru-paru. “Ketika datang ke rumah sakit kondisi pasien kebanyakan mengalami dissaturasi oksigen di bawah 90 persen. Mereka juga memiliki riwayat komorbid,” kata Rio.

Di sisi lain, meski sudah meningkatkan kapasitas bed isolasi, rumah sakit tak memiliki cukup banyak ventilator. Pasien yang sudah masuk kategori parah tak bisa tertangani dengan maksimal. “Ventilator sangat penting sekali. Banyak rumah sakit yang tidak memiliki ventilator sebanyak jumlah bed,” imbuhnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, kematian karena Covid melonjak di sejumlah rumah sakit rujukan. Di RSUD Blambangan, rata-rata ada sampai lima kasus kematian harian. Kondisi ini membuat petugas pemulasaraan jenazah yang bekerja di rumah sakit cukup kewalahan.

Selain kasus kematian, tambahan kasus baru  juga mengalami lonjakan cukup signifikan. Total per hari ini ada tambahan 113 pasien yang terkonfirmasi Covid-19. Berdasarkan data Covid-19 Jawa Timur, per tanggal 8 Juli 2021, sudah ada 8.008 warga Banyuwangi yang terpapar virus korona, 653 kasus di antaranya masih aktif. Sementara angka kematian mencapai 779 kasus dengan fatality rate 9,73 persen.

Kondisi ini mengakibatkan BOR (bed occupancy ratio) di enam rumah sakit rujukan terisi penuh. “Dengan adanya peningkatan jumlah konfirmasi harian, BOR juga meningkat. Hampir semua rumah sakit penuh. Baik ruang isolasi maupun ICU nya. Kita sudah meminta rumah sakit rujukan untuk menambah kapasitas bed. Memang ada kendala di SDM atau tenaga,” imbuhnya.

Untuk mengimbangi lonjakan pasien, dua RSUD di Banyuwangi sudah melakukan rekrutmen tenaga kesehatan dan relawan baru untuk melayani pasien Covid-19 yang tiap hari terus berdatangan. Total ada 85 tenaga tambahan, yang terdiri atas dokter umum, perawat, bidan, tenaga teknis farmasi, analis laboratorium, hingga radiografer. (fre/aif)

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya