Senin, 20 Sep 2021
radarbanyuwangi
Home > Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Jumlah Rumah Sakit Rujukan Ditambah

20 Juli 2021, 15: 45: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

MANFAATKAN GEDUNG TK: Bupati Ipuk Fiestiandani meninjau tempat isolasi terpusat di Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Kamis (8/7).

MANFAATKAN GEDUNG TK: Bupati Ipuk Fiestiandani meninjau tempat isolasi terpusat di Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Kamis (8/7). (Dini Rahmawati for RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Jumlah rumah sakit rujukan Covid-19 akhirnya ditambah. Sebelumnya hanya ada enam rumah sakit rujukan, Mulai kemarin (9/6) Satgas Covid- 19 Banyuwangi menginstruksikan tujuh rumah sakit swasta lain bergabung menjadi rumah sakit rujukan.

Tujuh rumah sakit tersebut adalah RS Yasmin, PKU Muhammadiyah Rogojampi, RSNU, RS Rahayu Medika , RS Arrahmah Jajag, RS Abdi Family Genteng, dan RS Rahayu Medika. Dengan penambahan tujuh rumah sakit tersebut, Banyuwangi kini memiliki 13 rumah sakit rujukan Covid-19, "Perpresnya ada, jadi minimal rumah sakit menyediakan 20 persen dari kapasitasnya untuk penanganan Covid," kata juru bicara Satgas Covid-19 Banyuwangi, dr Widji Lestariono.

Dia menambahkan, surat untuk ketujuh rumah sakit itu sudah disiapkan. Dia berharap rumah sakit segera menyiapkan fasilitas rujukan dan perawatan Covid-19. Tentunya dengan menyesuaikan kesiapan dan kodisi masing-masing rumah sakit. Seperti RSNU, rumah sakit tersebut hanya mampu menyediakan 6 bed untuk pasien Covid-19. "Tidak apa-apa sedikit-sedikit. Nanti kalau dikumpulkan tujuh rumah sakit itu cukup membantu," tegasnya.

Baca juga: Permintaan Melonjak 500 Persen, Stok Oksigen Banyuwangi Aman

Selain penambahan rumah sakit, saat ini Satgas tengah mencari solusi untuk mengoptimalkan petugas pemakaman jenazah pasien Covid-19. Selama ini pasien Covid ditangani oleh petugas kamar mayat rumah sakit, dari proses pemulasaraan sampai pemakaman.

Dengan padatnya tugas, nakes yang bekerja di kamar mayar menjadi kewalahan. Seharusnya pemakaman menjadi tugas dari relawan atau petugas pemakaman desa setempat.

Saat ini pihaknya sedang mendorong Satgas Covid-19 di tingkat desa untuk menyiapkan relawan pemakaman pasien Covid. "Proses pemakaman ini relatif aman karena jenazah sudah ditutup dengan plastik sesuai standar. Kita siap  kalau nanti harus menyuplai APD ke desa,’’ kata Rio.

Data yang diterima Jawa Pos Radar Banyuwnagi, cukup banyak nakes yang terpapar virus korona semenjak peningkatan kasus terjadi selama sepekan terakhir. Mereka harus menjalani isolasi mandiri sehingga membuat penanganan virus korona terhambat. "Ada sekitar 100 nakes yang terpapar. Rata-rata mereka masuk OTG, jadi harus menjalani isolasi mandiri selama 10 hari,’’ imbuh Rio. (fre/aif)

(bw/fre/als/JPR)

 TOP