Jumat, 30 Jul 2021
radarbanyuwangi
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Puluhan Ton Beras Dibagikan ke Karyawan Toko-Pengemudi Becak

20 Juli 2021, 15: 15: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

SIMBOLIS: Bupati Ipuk Fiestiandani membagikan sembako kepada warga yang terdampak PPKM Darurat di kantor Kecamatan Banyuwangi, kemarin. Sembako tersebut digalang dari gerakan Hari Belanja di Pasar Rakyat dan UMKM.

SIMBOLIS: Bupati Ipuk Fiestiandani membagikan sembako kepada warga yang terdampak PPKM Darurat di kantor Kecamatan Banyuwangi, kemarin. Sembako tersebut digalang dari gerakan Hari Belanja di Pasar Rakyat dan UMKM. (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Bupati Ipuk Fiestiandani membagikan sembako kepada warga yang terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat kemarin (8/7). Sembako yang dibagikan merupakan hasil gerakan Hari Belanja di Pasar Rakyat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Seperti Diketahui, Hari Belanja di Pasar Rakyat dan UMKM tersebut digalakkan Pemkab Banyuwangi sejak April lalu. Program yang diikuti ribuan aparatur sipil negara (ASN), pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pegawai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan sejumlah elemen lain tersebut digeber setiap tanggal “cantik”, seperti 4 April (4/4), 5 Mei (5/5), dan seterusnya.

Bupati Ipuk mengatakan, pembagian sembako tersebut dibagikan ke ribuan penerima mulai kemarin hingga hari ini (9/7). Pembagian dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Banyuwangi dan Satgas tingkat kecamatan. “Dibagikan langsung untuk membantu warga yang terdampak. Ini tahap awal, kita siapkan juga selanjutnya, termasuk ada beberapa program yang sedang disiapkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),” ujarnya.

Baca juga: 15 Pelanggar Prokes di Swab, Satu Reaktif Covid

Bupati Ipuk sendiri membagikan kepada perwakilan lebih dari 800 pegawai toko yang harus tutup selama PPKM Darurat pada periode 3 sampai 20 Juli mendatang. Selain itu, sembako juga dibagikan kepada para pedagang kaki lima (PKL) yang jam operasionalnya harus dibatasi maksimal pukul 20.00. ”Saya mohon maaf harus ada pembatasan aktivitas masyarakat. Ini situasi sulit, tapi pemerintah, TNI, Polri, harus mengambil kebijakan pengendalian aktivitas agar bisa menekan penularan Covid-19, untuk melindungi masyarakat semua,” kata dia.

Total sembako yang dibagikan mencapai 51.785 kilogram (kg) alias 51,785 ton beras dan berbagai jenis sembako lain.

Ipuk juga tampak membagikan sembako ke sejumlah pengemudi becak yang pendapatan hariannya berkurang pada masa PPKM Darurat karena toko atau pusat perbelanjaan tempat biasa mencari penumpang harus tutup.

Ipuk juga meminta kepada masyarakat untuk bersama-sama selalu taat protokol kesehatan. “Protokol kesehatannya benar-benar dijaga. Selalu pakai masker. Jaga jarak. Aktivitas warung dan kafe tetap boleh, tapi harus take away, tidak boleh makan-minum di tempat untuk sementara. Tolong ya, karena ini bukan untuk pemerintah, tapi untuk kesehatan warga sendiri mengingat penyebaran virus masih terus terjadi,” ujarnya.

Salah seorang karyawan toko yang menerima bantuan, yakni Nining, bersyukur bisa memperoleh sembako. “Saya sangat berterima kasih, saat ini toko tempat saya bekerja tutup selama PPKM Darurat, dengan adanya bantuan sembako ini dapat mengurangi pengeluaran keluarga,” kata dia.

Hal senada dilontarkan pengemudi becak yang juga menerima bantuan, yakni Slamet Santoso. “Matur nuwun bantuannya. Alhamdulillah bisa untuk makan. Saya belum dapat penumpang, karena biasanya mangkal di Roxy dan sekarang tutup, sehingga tidak ada penumpang,” ujarnya.

Slamet berpesan kepada seluruh warga untuk tetap patuh pada prokes. Dengan demikian, kasus Covid-19 tidak bertambah dan pandemi segera berakhir. “Ayo semua kita tetap bermasker. Patuh sama pemerintah. Biar Covid-19 ini kasusnya tidak bertambah, karena yang susah kita semua,” pungkasnya. (sgt/aif)

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news