Minggu, 19 Sep 2021
radarbanyuwangi
Home > Edukasi
icon featured
Edukasi

Siswa Baru Kenali Kondisi Sekolah lewat Layar Monitor

19 Juli 2021, 20: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

MPLS ONLINE: Siswa baru SMPN 1 Banyuwangi mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah lewat video conference, kemarin.

MPLS ONLINE: Siswa baru SMPN 1 Banyuwangi mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah lewat video conference, kemarin. (Fredy Rizki/RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Penerapan PPKM darurat mengharuskan siswa baru untuk mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di rumah. MPLS tetap digelar dengan model online. Guru memaparkan lingkungan sekolah dan struktur organisasi lewat aplikasi zoom.  

Kebijakan PPKM darurat yang berlaku di Banyuwangi tidak mengizinkan sekolah menggelar pembelajaran tatap muka. Praktis, siswa hanya bisa mengikuti MPLS melalui video conference. Di antaranya di SMPN 1 Banyuwangi dan SMPN 1 Giri.

Ratusan siswa kelas 7 mengikuti MPLS melalui layar monitor mereka. Di balik layar, para guru yang bertugas bergantian memberikan materi. Mulai tentang sosialisasi sekolah ramah anak, program sekolah, materi bahaya seks bebas dan narkoba, sampai bahaya Covid-19. Untuk mencairkan suasana, guru juga memberikan game berupa kuis kepada para siswa. "MPLS daring kita gelar sejak pukul 07.00 sampai 11.000. Semua siswa baru ikut dalam materi MPLS tadi. Semuanya ikut. Ini sudah kita lakukan sejak tahun lalu, jadi sudah terbiasa," ujar  Wakasek Kurikulum SMPN 1 Giri, Afan Ruli Arnanta.

Baca juga: Patut Ditiru! Ini Kiat Pemilik Warung Bertahan Selama PPKM Darurat

Dia menambahkan, secara umum tidak ada masalah dalam pelaksanaan MPLS secara daring. Hanya saja, ikatan emosional antar guru dan siswa tidak sekuat MPLS secara luring atau offline. Sekolah berusaha semaksimal mungkin agar siswa tetap bisa merasakan MPLS. "Untuk mengenalkan lingkungan sekolah, kita gunakan video pendek. Ada profil sekolah, terutama tentang pembelajaran new normal. Termasuk sudut-sudut bangunan di sekolah," imbuhnya.

      MPLS onlone juga diterap[kan di SMPN 1 Banyuwangi. Sejak Senin kemarin (5/7) seluruh siswa baru mengikuti pengenalan sekolah lewat online. Siswa dikenalkan struktur organisasi sekolah. Kepala sekolah, wakil kepala sekolah, hingga guru berkenalan lewat daring. Dari materi MPLS tersebut, siswa diminta menjawab soal-soal yang dibacakan pemberi materi.    

Sementara itu, Dinas Pendidikan  mengizinkan pelaksanaan MPLS di masa PPKM darurat dengan metode daring atau luring. Luring tanpa tatap muka bisa dilakukan dengan mengirim buku tentang profil sekolah kepada siswa. ”Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar secara daring  sangat memungkinkan diperpanjang, tergantung kondisi saat ini,’’ ujar Alfian, Kabid SMP Dispendik Banyuwangi.  

Jika melihat kondisi saat ini, Alfian yakin pelaksanaan sekolah daring akan diperpanjang. "Yang jelas kita mengikuti aturan penerapan PPKM darurat, tanggal 3 sampai 20 Juli,’’ kata Alfian. (fre/aif)

(bw/fre/als/JPR)

 TOP