Minggu, 19 Sep 2021
radarbanyuwangi
Home > Sports
icon featured
Sports

Cegah Kerumunan, Dispora Tiadakan Senam Car Free Day

29 Juni 2021, 17: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

LIBUR LAGI: Kegiatan Senam Car Free Day (CFD) Dispora di Stadion Diponegoro untuk sementara waktu tak bisa digelar.

LIBUR LAGI: Kegiatan Senam Car Free Day (CFD) Dispora di Stadion Diponegoro untuk sementara waktu tak bisa digelar. (Dispora Banyuwangi for RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Menyusul munculnya klaster Covid-19 di sejumlah wilayah Bumi Blambangan, pemkab kembali menerapkan pembatasan kegiatan masyarakat. Salah satunya yakni kegiatan senam bersama yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi setiap akhir pekan.

Mengingat jumlah kasus penularan korona yang terus meningkat, Dispora akhirnya meniadakan kegiatan tersebut. Sesuai SE Satgas Covid-19 Banyuwangi Nomor 048/SE/STPC/2021 tentang pembatasan kegiatan masyarakat dalam rangka pengendalian penyebaran Covid-19 di Banyuwangi, kegiatan car free day, senam, dan olahraga lainnya termasuk wahana permainan di RTH, tidak lagi diizinkan.

”Semua senam diliburkan, termasuk yang di stadion,” kata Kabid Olahraga Dispora Banyuwangi Alfin Kurniawan kepada RadarBanyuwangi.id.

Baca juga: Dewan Minta Eksekutif Tingkatkan PAD dan DID

Mantan ketua PTMSI Banyuwangi itu menambahkan, kebijakan tersebut diterapkan untuk mengurangi intensitas kerumunan masyarakat. Termasuk mengantisipasi agar jangan sampai lonjakan kasus Covid-19 di Banyuwangi semakin meluas.

Meskipun, sebenarnya selama ini senam rutin yang digelar Dispora tersebut bertujuan untuk meningkatkan imunitas masyarakat. Apalagi, dalam pelaksanaannya juga dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. ”Kita sarankan untuk olahraga alternatif di rumah secara mandiri. Durasinya juga tidak perlu lama-lama. Maksimal 15 menit, kalau terlalu lama nanti justru lelah dan menurunkan imunitas,” imbuhnya.

Alfin menambahkan, peniadaan senam tersebut akan terus diberlakukan selama peningkatan kasus aktif masih cukup tinggi. Hal itu menurutnya juga disesuaikan dengan edaran dari Satgas Covid-19. ”Kita belum tahu sampai kapan penerapannya. Yang jelas kita ingin mendukung pengurangan kerumunan di tengah masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani kepada RadarBanyuwangi.id menambahkan, SE Satgas yang dikeluarkan dilakukan untuk membatasi mobilitas masyarakat di masa pandemi. Ipuk juga mengapresiasi kecamatan atau desa yang memberlakukan pengetatan kegiatan masyarakat secara mandiri.

Sebab, menurut Ipuk, merekalah yang paham bagaimana kondisi perkembangan Covid-19 di wilayahnya masing-masing. Dengan catatan, hendaknya tetap mempertimbangkan masalah ekonomi di tengah masyarakat. ”Kita apresiasi kades dan camat yang melakukan pengetatan. Sudah ada beberapa yang mengeluarkan edaran untuk membatasi kegiatan sesuai dengan yang tertuang di SE Satgas,” pungkasnya. (fre/afi/c1)

(bw/fre/als/JPR)

 TOP