Rabu, 28 Jul 2021
radarbanyuwangi
Home > Genteng
icon featured
Genteng

Pasien Covid-19 Klaster Hajatan Terus Bertambah

17 Juni 2021, 10: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

SEPI: Kantor Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo sedikit sepi sejak ada klaster hajatan, kemarin (14/6).

SEPI: Kantor Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo sedikit sepi sejak ada klaster hajatan, kemarin (14/6). (Krida Herbayu/RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Penyebaran Covid-19 klaster hajatan di Dusun Ringinsari, Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo, masih belum berakhir. Dari hasil rapid antigen kemarin (14/6), warga yang positif terpapar virus korona bertambah.

Bila sebelumnya jumlah pasien Covid-19 dari klaster hajatan ini ada 21 orang, kemarin warga yang dinyatakan positif menjadi 25 orang. Dari jumlah itu, 20 orang pasien aktif, dan lima orang pasien yang sudah sembuh. “Jumlah warga yang positif bertambah,” terang juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 yang juga Kepala Dinas Kesehtan (Diskes) Banyuwangi, dr Widji Lestariono kepada RadarBanyuwangi.id.

Dari 20 orang yang positif aktif itu, jelas dia, dua di antaranya menjalani perawatan intensif di rumah sakit rujukan. Sedangkan 18 pasien lainnya menjalani isolasi mandiri di rumah. “Hanya dua pasien yang perlu dibawa ke rumah sakit rujukan, yang lainnya gejala ringan,” cetusnya.

Baca juga: Hari Pertama PPDB Jalur Zonasi Langsung Ramai

Dari hasil pemeriksaan petugas Puskesmas Tegaldlimo, jelas dia, gejala pasien Covid-19 dari klaster hajatan itu kebanyakan ringan, seperti batuk, pilek, dan demam. “Satgas Covid-19 Tegaldlimo masih melakukan pemantauan pada pasien yang sedang menjalani isolasi mandiri,” katanya.

Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, petugas sempat bernapas lega lantaran dari hasil tracing terakhir klaster hajatan pada Sabtu (12/6) tidak ditemukan kasus positif lagi. Tapi, setelah melakukan tracing lagi, ada penambahan kasus positif. “Awalnya hanya ditemukan 21 pasien, sekarang bertambah 25 pasien,” ungkapnya.

Munculnya klater hajatan ini, terang dia, menjadi peringatan bagi petugas maupun masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Sebab, acara hajatan yang mengundang banyak orang memiliki risiko lebih tinggi dalam penularaan Covid-19. “Meski lokasi hajatan cukup jauh dari wilayah perkotaan, namun tetap berisiko tinggi dalam penularan Covid-19,” cetusnya.

Untuk mengantisipasi munculnya klaster hajatan baru, untuk hajatan ini diserahkan sepenuhnya kepada satgas kecamatan dan desa. Petugas harus benar-benar survey sebelum memberi izin pelaksanaan hajatan tersebut. Jika perlu, petugas wajib melakukan simulasi pelaksanan hajatan yang akan digelar di daerahnya. “Kami masih terus melakukan tracing lanjutan hingga kasus aktif Covid-19  di klaster hajatan itu benar-benar habis,” pungkasnya.(kri/abi)

(bw/kri/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news