Rabu, 04 Aug 2021
radarbanyuwangi
Home > Genteng
icon featured
Genteng

Protes Penggunaan Jaring Pukat, Nelayan Muncar Bergolak

17 Juni 2021, 09: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

AKSI: Para nelayan Muncar memprotes sejumlah nelayan yang menggunakan alat tangkap jaring pukat di Pelabuhaan Ikan Muncar, kemarin (14/6).

AKSI: Para nelayan Muncar memprotes sejumlah nelayan yang menggunakan alat tangkap jaring pukat di Pelabuhaan Ikan Muncar, kemarin (14/6). (Krida Herbayu/RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Ratusan nelayan yang tinggal di pesisir Pantai Muncar, menggelar aksi turun jalan, kemarin (14/6). Dengan mendatangi Pos Keamanan Kelautan dan Perikanan Terpadu Muncar, mereka memprotes penggunaan alat tangkat jaring pukat oleh sejumlah nelayan.

Dalam aksinya itu, para nelayan menuntut kapal ikan yang menggunakan jaring pukat dilarang beroperasi di daerah perairan Muncar. Sebab, itu dianggap merusak terumbu karang. “Mencari ikan menggunakan jarring pukat, itu merusak lingkungan,” cetus juru bicara nelayan H Hasim.

Tidak hanya itu, dengan adanya nelayan yang menggunakan jarring pukat bisa mengancam keberadaan ikan di laut. Hasil tangkapan nelayan, juga bisa berkurang. “Dengan pakai jarring pukat, ikan-ikan kecil terjaring,” ujarnya.

Baca juga: Bekas Letter S Jalan Wiroguno Dimanfaatkan Untuk RTH

Para nelayan menuntut petugas menghentikan aktivitas perahu jaring pukat itu, dan memberi sangsi tegas kepada kepada pelakunya. Jika petugas tidak bersikap, para nelayan mengancam akan melakukan aksi yang lebih ekstrem lagi. “Kami akan mengerahkan 300 hingga 400 perahu untuk menghentikan aktivitas perahu jaring pukat yang beroperasi di sekitar perairan Tanjung Sembulungan, itu jika petugas lamban melakukan penindakan,” ancamnya.

Komandan Pos Keamanan Laut Terpadu (Dankamladu) Muncar, Letda Triyono mengatakan pihaknya memfasilitasi protes yang dilakukan para nelayan itu. Sebelumnya, sudah mendapatkan laporan terkait aktivitas perahu jaring pukat yang diduga merusak karang dan melanggar peraturan itu. “Agar tidak menimbulkan tindakan anarkhis, kami mengundang perwakilan nelayan dan seluruh steakholder yang berkaitan dalam masalah ini,” terangnya.

Pada para nelayan, Triyono menyampaikan meminta waktu agar dapat mengetahui pasti jenis perahu dan jaring yang digunakan oleh kapal yang disebut jaring pukat itu. Jika terbukti ada pelanggaran, maka akan diberi sangsi tegas pada kapal pengguna jaring pukat tersebut. “Sudah menjadi polemik di masyarakat, akan secepatnya kami tindaklanjuti,” cetus Komandan Pos TNI-AL Muncar itu.(kri/abi)

(bw/kri/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news