Jumat, 30 Jul 2021
radarbanyuwangi
Home > Genteng
icon featured
Genteng

Rindukan Jembatan, Emak-emak Ikut Mencangkul dan Pasang Paving

17 Juni 2021, 06: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

SEMANGAT: Sumiarsih membantu anggota TNI mengerjakan program TMMD ke-111 di Desa Kebaman, Kecamatan Srono kemarin (14/6).

SEMANGAT: Sumiarsih membantu anggota TNI mengerjakan program TMMD ke-111 di Desa Kebaman, Kecamatan Srono kemarin (14/6). (Krida Herbayu/RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-111 Kodim 0852/Banyuwangi di Desa Kebaman, Kecamatan Srono, ada yang beda. Sejumlah emak-emak ikut gotong royong membangun jalan dan jembatan.

Celotehan emak-emak mewarnai proses pengerjaan jalan dan jembatan di lokasi TMMD ke-111, Kodim 0825/Banyuwangi. Sejumlah emak-emak yang biasanya sibuk di dapur, kini membantu para tentara mengerjakan pembangunan jalan dan jembatan di Dusun Krajan, Desa Kebaman, Kecamatan Srono, kemarin (14/6).

Suasana penuh keakraban terlihat kental. Lima emak-emak membantu anggota mengangkat skop dan cangkul. Mereka tak canggung membantu para serdadu itu agar pembangunan jalan dan jembatan penghubung Desa Kebaman, Kecamatan Srono dengan Desa Sarimulyo, Kecamatan Cluring bisa cepat terselesaikan.

Baca juga: Pendaftaran CPNS dan PPPK Diperkirakan Akhir Juni

Dengan mengenakan daster warna pink, Sumiarsih, 52, warga Dusun Krajan, Desa Kebaman, Kecamatan Srono terlihat semangat pegang skop. Ibu paro baya itu seakan tak mau kalah dengan para anggota TNI dari Kodim 0852 Banyuwangi. “Ayo mas tentara, semangat membangun jalan dan jembatan,” katanya dengan nada guyon.

Sumiarsih menyampaikan di kampungnya baru kali ini ada program pembangunan jalan dan jembatan. Warga sudah lama menginginkan ada jalan yang menghubungkan desa. “Sejak zaman orde baru kita sudah menunggu, baru kali ini terlaksana,” imbuh Sumiarsih kepada RadarBanyuwangi.id.

Dulu, pemerintah sempat ada rencana membangun jembatan, dan sudah dikur. Tapi, rencanaa pembangunan jalan dan jembatan tidak pernah terealisasi. “Waktu itu saya masih remaja, aAda petugas mengukur sungai dan mengatakan akan dibangun jembatan. Saya senang mendengarnya, tapi rencana pembangunan itu tidak pernah ada,” katanya.

Makanya, Sumiarsih mengaku senang melihat para tentara membangun jalan dan jembatan di kampungnya melalui program TMMD itu. Saking senangnya ada pembangunan jalan dan jembatan, ia bersama empat emak-emak lainnya rela membantu anggota tentara yang bekerja agar pembangunan jalan dan jembatan bisa cepat diselesaikan. “Bukan saya saja yang senang, seluruh masyarakat kampung ikut merasakannya,” ungkapnya.

Untuk membantu dalam pembangunan itu, Sumiarsih dan emak-emak tak segan untuk mengangkat skop dan memasukan pasir ke gerobak dorong. Mereka membantu meratakan dan menyebar pasir sebagai dasaran pemasangan paving block. Meski aktivitas itu tergolong pekerjaan kasar, mereka tidak kendur semangatnya dalam membantu mempercepat pembangunaan jalan  dan jembatan itu. “Saya bisa melihat secara nyata ada jalan dan jembatan bagus di kampung saya,” ucapnya bangga.

Sambil sesekali mengangkat cangkul untuk meratakan gundukan pasir di jalan, bagi Sumiarsih dan emak-emak ternyata bukan perkara berat baginya. Sebab, mereka  sering menanam sayuran di kebun dan sawah. “Kalau sekadar mencangkul seperti ini, sudah menjadi sarapan saya sehari-hari,” cetusnya.

Sembari mendorong kereta, perempuan berperawakan gemuk itu tak jarang melemparkan celotehan kepada para anggota yang bekerja. Celotehan emak-emak itu pun juga memancing gelak tawa sehingga membuat suasana dalam program TMMD itu menjadi gayeng.

Dansatgas TMMD ke-111 Kodim 0825/Banyuwangi, Letkol (Inf) Yuli Eko Purwanto saat melakukan pengecekan di lokasi itu menyebut  program TMMD itu ada dua sasaran, yakni fisik dan nonfisik. Untuk fisik berupa pembangunan jembatan, jalan, pavingisasi, renovasi tujuh unit rumah, renovasi satu unit musala, dan  pembangunan dua unit pos kampling. Sedangkan untuk sasaran nonfisik berupa sosialisasi kesehatan, pendidikan, bakti social, dan sebagainya. “Saya lihat langsung bagaimana kedekatan antara anggota dan masyarakat yang ada di lokasi TMMD. Keakraban itu yang membuat TNI selalu dicintai rakyat,” tuturnya.

Ia berharap dalam pelaksanaan TMMD ke-111 dapat terjalin kerja sama yang baik antara TNI dan masyarakat dengan saling gotong-royong. Selain itu, yang paling penting program itu dapat menciptakan kemanunggalan TNI bersama rakyat. “Buah dari program TMMD itu akan membawa manfaat bagi masyarakat, sehingga tercipta sinergisitas antara TNI dan rakyat,” katanya.(kri/abi)

(bw/kri/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news