Rabu, 04 Aug 2021
radarbanyuwangi
Home > Situbondo
icon featured
Situbondo

Akademisi Sebut Ekonomi UMKM di Kota Santri Terus Tumbuh

17 Juni 2021, 05: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Karnadi, Rektor Universitas Abdurachman Saleh (Unars) Situbondo.

Karnadi, Rektor Universitas Abdurachman Saleh (Unars) Situbondo. (Dok. UNARS for RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tidak seluruhnya terpuruk. Bahkan, ada beberapa UMKM yang perekonomiannya malah tumbuh karena transaksinya tetap lancar

Seperti UMKM yang memanfaatkan market place atau jaringan online dalam bertransaksi. Rektor Universitas Abdurachman Saleh (Unars), Karnadi menerangkan, selama masa pandemi Covid-19, banyak UMKM di Situbondo yang malah ekonominya menggeliat.

“Perkembangan perekonomian terdokumentasi negatif selama masa pandemi. Tapi dokmumentasi itu dari mana?. Sebab di satu sisi, UMKM yang melakukan transaksi atau pemasaran melalui online justru membaik. Ini berbanding terbalik dengan data yang dikeluarkan pemerintah,” jelasnya.

Baca juga: Penumpang Pelabuhan Jangkar Keluhkan Biaya Rapid Test

Karena itu, dia memperkirakan, keterpurukan UMKM yang berdampak terhadap ekonomi minus itu, belum memotret seluruh UMKM. Terutama pelaku usaha yang memanfaatkan jaringan onilne. “Kalau pemerintah mengeluarkan data ekonomi minus, saya yakin tidak mengcover semua UMKM yang ada di Situbondo,” tambah Karnadi.

UMKM yang membaik bisa dilihat dari transaksi mereka di market place. Dalam sehari saja, satu UMKM bisa bertransaksi sampai jutaan rupiah. “Lihat saja transaksi di platform market place mereka. Dan ini terus menerus naik,” tambah kandidat doktor ilmu ekonomi itu.

Karnadi menambahkan, indikator ekonomi yang membaik tidak hanya dilihat dari pelaku UMKM di Situbondo saja. Akan tetapi secara nasional juga terlihat terjadi peningkatan. “Terbukti secara nasional, groos mercahandise velue atau GMV terus naik. Ini indikator bahwa, UMKM di era pandemi tidak terpukul mundur,” ujarnya.

Di Unars sendiri, Karnadi mengaku sudah mulai mempelopori munculnya kewirausahaan berbasis teknologi. Misalnya, dengan mewajibkan seluruh mahasiswa lulus mata kuliah kewirausahaan. “Karena itu, kita optimistis lulusan Unars tangguh dalam berbisnis. Baik dalam keadaan pandemi atau setelah pandemi,” pungkasnya. (bib)

(bw/bib/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news