Minggu, 25 Jul 2021
radarbanyuwangi
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Layani Warga hingga Malam, Ipuk Camping di Perkebunan

16 Juni 2021, 08: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

IKUT MENGINAP: Bupati Ipuk meninjau langsung pelayanan publik yang diberikan kepada warga di kawasan Perkebunan Kendenglembu, Kecamatan Glenmore, Jumat malam (11/6).

IKUT MENGINAP: Bupati Ipuk meninjau langsung pelayanan publik yang diberikan kepada warga di kawasan Perkebunan Kendenglembu, Kecamatan Glenmore, Jumat malam (11/6). (Dini Rahmawati for RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id Pemkab Banyuwangi terus menggeber program pelayanan untuk masyarakat kawasan perkebunan, khususnya di kawasan kebun yang lokasi geografisnya cukup jauh dari pusat kecamatan dan pusat kota. Terbaru, program bertajuk Camping Pelayanan Masyarakat Kebun (Camping Embun) itu digelar di Perkebunan Kendenglembu, Kecamatan Glenmore.

Camping Embun di kawasan perkebunan yang berjarak kurang lebih 60 kilometer (km) atau sekitar 80 menit perjalanan dari Pusat Kota Banyuwangi tersebut digeber pada Jumat (11/6) sampai Sabtu (12/6). Dalam program Camping Embun, tim pemda bermalam di kawasan perkebunan untuk mengebut penyelesaian urusan warga.

Bupati Ipuk Fiestiandani turun langsung meninjau pelaksanaan program tersebut. Bahkan, orang nomor satu di lingkup Pemkab Banyuwangi, ini ikut bermalam bersama para staf pemkab. “Saya ikut bermalam untuk support kawan-kawan pemda,” ujarnya.

Baca juga: Geber Fish Market untuk Gerakkan Perekonomian

Ipuk mengatakan, setelah sebelumnya digelar di kawasan Perkebunan Kopi Malangsari Kecamatan Kalibaru dan Perkebunan Kapuk di Kecamatan Wongsorejo, pelayanan warga di kawasan perkebunan kembali dihadirkan. “Ini upaya kami jemput bola urusan warga,” tuturnya.

Kepada warga, Ipuk menegaskan semua layanan yang diberikan gratis. Dia pun mempersilakan warga mengakses beragam layanan yang disediakan dalam program Camping Embun tersebut. “Silakan urus semua kebutuhan, ada layanan pendidikan, kesehatan, dan administrasi kependudukan (adminduk). Memang kita sesuaikan dengan karakter penduduknya, kalau di Camping Embun sebelumnya juga ada layanan untuk ternak sapi warga. ”Ke depan akan kami lengkapi dengan pemberdayaan ekonomi, untuk menambah penghasilan Bapak dan Ibu,” kata dia.

Ipuk memaparkan, secara statistik, jumlah warga di kawasan perkebunan jauh lebih sedikit dibanding di pusat desa, pusat kecamatan, atau pusat kota. Meski jumlahnya sedikit, pelayanan jemput bola tetap dilakukan untuk mereka, seperti halnya Pemkab Banyuwangi jemput bola di pusat desa dan kecamatan.

Dalam Camping Embun di Perkebunan Kendenglembu, selain pemeriksaan kesehatan, juga dilakukan vaksinasi Covid-19. Tercatat ada 40 warga lansia di perkebunan yang divaksin. “Jadi Bapak dan Ibu lansia tidak perlu ke Puskesmas, cukup di sekitar rumahnya di perkebunan. Sehat-sehat semua ya. Juga mohon doanya agar seluruh warga Banyuwangi sehat-sehat,” pinta Ipuk yang langsung diamini oleh para lansia di perkebunan.

Selain itu, diberikan layanan administrasi kependudukan, mulai KTP elektronik, Kartu Identitas Anak (KIA), Kartu Keluarga (KK), Akte Kelahiran, Akte Kematian, dan sebagainya. Hingga Jumat malam (11/6), tercatat ada pelayanan untuk 351 KK, 244 KIA, 73 akta kelahiran, 363 KTP, dan 21 akta kematian.

“Rata-rata satu warga mengurus langsung beberapa dokumen. KK, misalnya, ada yang diganti, dulu masih SMP, ternyata sekarang anaknya sudah lulus SMA. KIA juga dulu tidak dikenal, sekarang diperlukan. Rata-rata warga memang menunda pengurusan dokumen, karena harus ke pusat desa dan kecamatan. Sebagian bisa online, tapi soal smartphone juga menjadi kendala. Dokumen kependudukan ini penting, karena menjadi pintu awal untuk berbagai program, seperti pendidikan, kesehatan, dan sebagainya,” papar Ipuk kepada RadarBanyuwangi.id.

Layanan pendidikan juga dihadirkan. Tercatat 46 warga perkebunan mengakses layanan pendidikan, di antaranya pendaftaran pendidikan kesetaraan (Kejar Paket) dan verifikasi-validasi guru serta tenaga kependidikan. 

Warga menyambut antusias program tersebut. "Senang sekali dengan program ini. Buka sampai malam. Jadi saya pagi sampai sore tetap bekerja," kata Solihin, warga yang mengurus akta kelahiran anaknya.

Muhammad Taufiq, warga lainnya, berharap, layanan jemput bola terus digalakkan. ”Kami sangat senang disambangi di kampung saya ini,” ujarnya.

Program jemput bola hingga ke perkebunan ternyata juga membuat para aparatur sipil negara (ASN) ASN senang. Seperti diakui pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Wiwin Endang. “Biasanya kita hanya di kantor. Sekarang, sampai perkebunan yang asri. Hitung-hitung sambil jalan-jalan. Capek memang, tapi senang bisa membantu warga,” pungkasnya. (sgt/aif)

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news