Minggu, 25 Jul 2021
radarbanyuwangi
Home > Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi
Abdullah Azwar Anas

Banyak Berbagi Pengalaman dengan Kepala Daerah Secara Virtual

14 Juni 2021, 15: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Abdullah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi 2010–2020

Abdullah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi 2010–2020 (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Bupati Banyuwangi 2010–2020, Abdullah Azwar Anas, rupanya lebih banyak mengisi waktunya dengan berbagi pengalamannya selama menjadi kepala daerah. Dia masih sesekali mengisi seminar, seperti yang dilakukannya kemarin saat berbagi pengalaman dengan sejumlah kepala daerah dari berbagai kabupaten dalam forum yang difasilitasi Kementerian Dalam Negeri secara virtual.

”Diskusi saja. Saya juga belajar, baca lagi teori-teori pemerintahan karena harus update, harus bikin materi presentasi,” ujar Anas kepada RadarBanyuwangi.id.

Anas mengatakan, setelah tidak berkecimpung lagi di dunia pemerintahan, memang dia ingin mengisi hari dengan diskusi dan berbagi pengalaman kepada siapa pun yang memerlukan.

Baca juga: Warga Tolak Hasil Penjaringan Perangkat Desa Jatibenteng

”Hari ini (kemarin, Red) kebetulan diundang Kemendagri, ya kita isi saja sambil sekaligus saya belajar karena juga mendengarkan pemikiran dari kepala daerah yang masih menjabat, maupun dari akademisi yang terlibat,” papar mantan Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) itu.

Selain berbagi pengalaman dalam forum semacam seminar, Anas juga banyak menyediakan waktu untuk mahasiswa yang sedang melakukan penelitian, baik untuk skripsi maupun tesis. Ada beberapa mahasiswa yang mengambil tema penelitian tentang kebijakan publik, pengembangan pariwisata, dan ilmu politik.

”Kebetulan ada yang ambil case penelitiannya tentang Banyuwangi, dan saya dinilai sebagai salah satu stakeholder yang perlu diwawancarai untuk melengkapi penelitian. Beberapa wawancara face to face, beberapa via virtual karena kampusnya ada yang dari luar Banyuwangi,” ujarnya.

Anas mengaku senang dengan aktivitasnya tersebut karena menuntutnya untuk kembali membaca buku. Sebab, dia pun harus membuat materi presentasi untuk seminar. Juga harus bisa mengimbangi pertanyaan-pertanyaan dari mahasiswa yang sebagian berbau teori. ”Ya jujur saja, selama jadi bupati kan sangat sedikit saya baca buku, karena kesibukan. Sekarang senang bisa ada waktu yang lumayan banyak untuk baca buku. Sekaligus bikin materi, dan jawab pertanyaan mahasiswa,” ujarnya. (sgt/aif/c1)

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news