Kamis, 17 Jun 2021
radarbanyuwangi
Home > Genteng
icon featured
Genteng

Hilang Potensi Keuntungan Souvenir Haji

11 Juni 2021, 18: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

STOK: Fitriyah  mengemas kerudung yang akan dijual untuk souvenir haji di tokonya Dusun Sumbersuko, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, kemarin (9/6)

STOK: Fitriyah mengemas kerudung yang akan dijual untuk souvenir haji di tokonya Dusun Sumbersuko, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, kemarin (9/6) (SHULHAN HADI/RaBa)

Share this          

RadarBanyuwangi.id -  Dampak dibatalkan pemberangkatan haji, ternyata tidak hanya dirasakan calon jamaah haji (CJH) dan keluarganya. Para pedagang souvenir haji, juga terkena imbasnya. Sudah dua kali musim haji, mereka tidak bisa meraup keuntungan.

Salah satu penjual souvenir haji, Fitriyah, 41, asal Dusun Sumbersuko, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran mengungkapkan, keputusan tidak menambah stok barang sudah dilakukan sejak 2020 lalu. Saat itu, ketika keputusan pemberangkatan haji mulai simpang siur, sejumlah pedagang memilih menahan diri. “dua tahun banyak yang tidak nyetok,” jelasnya.

Kepada RadarBanyuwangi.id, Fitriyah mengaku masih menyiapkan stok untuk tahun ini. Hanya saja, jenis barang yang didatangkan hanya tertentu. Sehingga, saat pemerintah memutuskan tidak ada pemberangkatan haji, barang itu bisa dijual untuk konsumen umum. “Kalau sajadah, jilbab, dan kerudung masih bisa dijual lagi,” terangnya.

Baca juga: Air di Sungai Badeng Keruh, BPBD Sebut Masih Aman

Untuk menyiasati barang –barang itu menumpuk di gudang, Fitriya mendistribusikan ke koperasi yang ada di pondok pesantren. “Kerudung-kerudung saya kirim ke pondok, lumayan uangnya bisa berputar,” katanya.

Pedagang perlengkapan haji lainnya, Saputro  Aji, 32, asal Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng menyatakan dengan tidak ada pemberangkatan haji, potensi keuntungan hilang cukup besar. Tapi, itu tidak dimasukkan dalam kategori rugi. “Untungnya tidak bertambah,” terangnya.

Dengan pembatalan pemberangkatan CJH, tidak membuat para vendor merugi, hanya saja keuntungannya tertunda. Itu karena barang masih bisa disimpan. Selain itu, para vendor di daerah Cangaan hanya menyediakan barang seperti air zam zam dan kurma. “Yang jual souvenir, tidak memiliki air zam zam dan kurma,” jelasnya.(sli/abi)

(bw/sli/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news