Kamis, 17 Jun 2021
radarbanyuwangi
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Atasi Serangan Tikus, Dinas Pertanian Ambil Langkah Cepat

11 Juni 2021, 15: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

TANGGAP DARURAT: Dinas Pertanian dan Pangan bersama masyarakat saat melakukan gerakan massal memberantas hama tikus Poktan Manyar, Desa Sambirejo, Kecamatan Bangorejo, kemarin.

TANGGAP DARURAT: Dinas Pertanian dan Pangan bersama masyarakat saat melakukan gerakan massal memberantas hama tikus Poktan Manyar, Desa Sambirejo, Kecamatan Bangorejo, kemarin. (KRIDA HERBAYU/JPRG)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi agar serangan hama tikus di Desa Sambirejo, Kecamatan Bangorejo, tidak meluas. Dengan dukungan dari pemerintah desa dan kelompok tani, Dinas Pertanian (PPL dan POPT) bersama-sama melakukan gerakan pengendalian massal hama tikus di Desa Sambirejo pada Minggu (6/6).

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Arief Setiawan menjelaskan, pengendalian massal hama tikus di Desa Sambirejo dilakukan dengan menggunakan rodentisida, emposan, basmikus, dan pertalite. Berdasar laporan dari petani, setelah dilakukan pengendalian serangan hama tikus sudah reda. Namun, sesuai kesepakatan, gerakan pengendalian hama tikus akan terus dilanjutkan secara berkesinambungan. Tidak hanya dilaksanakan di Desa Sambirejo, melainkan juga di desa-desa sekitarnya. ”Pada Jumat (11/6) akan dilakukan pengendalian dengan melibatkan tim e-Bilaperdu,” kata Arief kemarin (8/6).

Arief menambahkan dengan pengendalian yang dilakukan secara dini, serentak, massal, dan berkelanjutan pada hamparan yang luas, diharapkan serangan hama tikus dapat dikendalian sehingga tidak merugikan petani.

Baca juga: Kembangkan Ekonomi, Sinergi dengan Bangli

Di Kecamatan Bangorejo luas area tanaman jagung yang diserang hama tikus mencapai 3,75 hektare (ha) dari luas total 9 ha dengan intensitas sedang, ringan, dan berat. Sementara untuk Desa Sambirejo sendiri tanaman jagung yang diserang hama tikus mencapai 2,5 ha.

Arief berharap, para petani yang tergabung dalam kelompok tani secara proaktif mengendalikan hama tikus dan hama/penyakit lainnya. Sebab, petanilah yang tahu lebih dulu kondisi tanamannya. Maka, melalui pengamatan secara rutin dengan mengelilingi tanaman dan lingkungan sekitarnya, petani bisa memutuskan untuk mengambil tindakan pengendalian. Tentunya petani juga diharapkan melaporkan dan berkoordinasi dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) atau Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) yang ada di wilayah masing-masing. Atau bisa langsung menghubungi call center e-Bilaperdu 081318945060.

Arief mengatakan, maraknya serangan tikus tersebut diduga akibat predator alami tikus seperti ular sawah dan burung hantu semakin berkurang jumlahnya. Akibatnya, populasi tikus meledak dan sulit dikendalikan sehingga menyerang tanaman di persawahan. ”Hewan predator sudah sulit ditemui di persawahan,” katanya.

Arief berharap petani bisa membangun ekosistem rantai makanan alami di area persawahan. Untuk mengendalikan populasi tikus, sebaikanya petani memelihara burung hantu. Pemanfaatan burung hantu sebagai pengendali hama tikus di persawahan, tergolong lebih ramah lingkungan dibandingkan pengendalian hama secara konvensional dengan menggunakan bahan kimia. ”Burung hantu mampu memangsa dua hingga lima ekor tikus setiap harinya,” katanya.

Pemanfaatan burung hantu sebagai pengendali hama tikus sawah, jelas Arief, memberikan benefit yang sangat bagus jika dilakukan secara benar. ”Dengan pemanfaatan burung hantu sebagai pengendali hama tikus sawah, dapat membantu petani mengatasi permasalahan hama tikus,” pungkasnya. (kri/afi/c1)

(bw/kri/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news