Kamis, 17 Jun 2021
radarbanyuwangi
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

284 Mantan THL Segera Kembali Bekerja

11 Juni 2021, 11: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

KERJA LAGI: Sejumlah mantan THL mengikuti ujian CAT. Sebagian dari mereka dipekerjakan lagi.

KERJA LAGI: Sejumlah mantan THL mengikuti ujian CAT. Sebagian dari mereka dipekerjakan lagi. (RAMADA KUSUMA/RaBa)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Setelah sempat terkatung-katung beberapa bulan, ”nasib” ratusan tenaga harian lepas (THL) yang kontrak kerjanya tidak diperpanjang sejak awal tahun ini, mulai menemui titik terang. Sebanyak 284 orang nyaris dipastikan segera bisa kembali bekerja di lingkup Pemkab Banyuwangi dengan status Pegawai Tidak Tetap dengan Perjanjian Kerja (PTTPK).

Sebagaimana diketahui, Pemkab Banyuwangi tidak memperpanjang kontrak kerja 310 THL pada awal tahun ini. Kebijakan pemkab tersebut sempat menjadi polemik. Tidak hanya kalangan THL, penolakan atas kebijakan tersebut juga disuarakan DPRD Banyuwangi dan sejumlah elemen masyarakat.

Namun, polemik mulai mereda setelah Bupati Ipuk Fiestiandani menemui para mantan THL tersebut secara langsung di Pendapa Sabha Swagata Blambangan pertengahan Maret lalu (16/3). Kala itu, Ipuk menegaskan bahwa pemkab akan memprioritaskan para mantan THL tersebut pada rekrutmen sumber daya manusia (SDM) yang bakal dilakukan Pemkab Banyuwangi.

Baca juga: Menyembuhkan Luka Batin

Statemen Ipuk tersebut bukan pepesan kosong. Buktinya, beberapa saat berselang, pemkab memberikan pengarahan dan pelatihan kepada para mantan THL yang kontrak kerjanya tidak diperpanjang tersebut. Termasuk latihan mengerjakan soal-soal seleksi berbasis computer assisted test (CAT).

Selanjutnya, pemkab juga menggelar seleksi CAT untuk menjaring SDM yang akan dipekerjakan di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) pada lingkup Pemkab Banyuwangi. Seleksi CAT tersebut digelar secara bergelombang sejak sebelum Idul Fitri hingga 20 Mei lalu.

Setelah menjalani ujian CAT, para mantan THL itu juga menjalani sesi wawancara. Hasilnya, di antara 331 THL yang kontraknya tidak diperpanjang, sebanyak 284 orang kembali ”terjaring” dalam rekrutmen SDM kali ini.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Banyuwangi Mujiono membenarkan pemkab telah merampungkan seleksi ulang para mantan THL tersebut. ”Benar. Pemkab telah merampungkan seleksi ulang tersebut. Seleksi ulang dilakukan dengan menggunakan sistem CAT dan wawancara,” ujar Mujiono kepada RadarBanyuwangi.id.

Mujiono membeber bahwa dalam seleksi CAT, pihaknya mengundang seluruh mantan THL yang kontrak kerjanya berakhir awal tahun ini. Para mantan THL itu dipanggil oleh kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk bisa hadir dan mengikuti seleksi CAT di kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Banyuwangi. ”Seleksi CAT digelar bertahap agar tidak terjadi penumpukan dan menerapkan protokol kesehatan. Ternyata yang hadir hanya 305 orang. Sedangkan sisanya, yakni 26 orang berhalangan hadir,” kata dia.

Menurut Mujiono, ada berbagai kendala yang menyebabkan 26 mantan THL tidak hadir pada ujian CAT. Ada yang terjangkit Covid-19, tengah bepergian, meninggal dunia, dan beberapa penyebab lain. ”Kepada mereka yang berhalangan hadir, saya meminta kepala SKPD untuk memanggil ulang,” kata mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan, dan Permukiman (PU-CKPP) tersebut.

Setelah dipanggil ulang, tutur Mujiono, ternyata hanya lima di antara 26 orang yang hadir. Sedangkan sisanya, yakni 21 orang, tetap tidak hadir. ”Dari 21 orang ada yang telah meninggal dunia, ada pula yang mengundurkan diri atau tidak lagi berminat menjadi THL. Untuk itu, kecuali yang meninggal dunia, kami meminta teman-teman mantan THL ini membuat surat pernyataan tidak berminat lagi menjadi THL,” bebernya.

Dengan demikian, dari total 331 mantan THL yang kontrak kerjanya tidak diperpanjang pada awal tahun ini, yang mengikuti seleksi CAT dan dilanjutkan dengan wawancara sebanyak 310 orang. ”Hasil CAT dan wawancara tersebut lantas dikorelasikan dengan pagu indikatif. Hasilnya, yang memenuhi syarat sebanyak 284 orang sedangkan yang tidak memenuhi syarat sebanyak 26 orang,” tegas Mujiono.

Mujiono menyebut, para mantan THL itu dapat segera dipekerjakan kembali dengan status sebagai Pegawai Tidak Tetap dengan Perjanjian Kerja (PTTPK). Sama seperti para THL lain yang hingga kini tetap bekerja di lingkup Pemkab Banyuwangi, mereka akan mendapat nomor induk pegawai. ”Setelah mendapat nomor induk, mereka akan ditempatkan di SKPD-SKPD yang membutuhkan. Mereka bisa ditempatkan di semua SKPD, tergantung kebutuhan masing-masing SKPD,” kata dia.

Lantas, kapan para PTTPK itu mulai bekerja? Mujiono menyatakan pihaknya sudah meminta Kepala BKPP Nafiul Huda untuk membuat rencana penempatan PTTPK.

PTTPK ini akan menjalani evaluasi setiap satu semester. Akhir tahun ada semacam rapor yang menjadi ukuran kinerja mereka. Jika kinerja mereka kurang baik atau tidak memenuhi standar yang ditetapkan, maka kontrak kerja mereka tidak diperpanjang.

Sedangkan jika memenuhi syarat, kontrak kerja mereka bisa diperpanjang, tentu melalui mekanisme perjanjian kerja dan SPK. Penempatan PTTPK itu harus dikoordinasikan dengan semua kepala SKPD. ”Insya Allah dalam satu atau dua hari ke depan tuntas dan teman-teman PTTPK bisa segera mulai bekerja,” pungkasnya. (sgt/aif/c1)

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news