Kamis, 17 Jun 2021
radarbanyuwangi
Home > Genteng
icon featured
Genteng

Kambing Warga Diserang Anjing Kampung Liar

11 Juni 2021, 06: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

KELAPARAN: Anjing kampung liar tertangkap kamera trap saat berkeliaran di sekitar kandang kambing milik warga di Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo, kemarin (8/6).

KELAPARAN: Anjing kampung liar tertangkap kamera trap saat berkeliaran di sekitar kandang kambing milik warga di Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo, kemarin (8/6). (TNAP FOR RaBa)

Share this          

RadarBanyuwangi.id - Petugas Taman Nasional Alas Purwo (TNAP) berhasil mengidentifikasi hewan yang menyerang hingga mati lima ekor kambing milik Yusuf, 54, di Dusun Persen, Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo pada Minggu (30/5).

Dari hasil rekaman kamera trap yang dipasang di sekitar kandang kambing, ternak milik Yusuf yang mati dengan penuh luka di tubuhnya itu ternyata dimangsa kawanan anjing kampung liar. Bukan hewan liar dari hutan TNAP. “Hasil analisa, pemangsa kambing bukan hewan liar dari TNAP,” terang Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Alas Purwo wilayah II Muncar, Noviani Utami, kepada RadarBanyuwangi.id.

Dari hasil rekaman kamera trap yang telah dipasang di kandang kambing milik warga, terang dia, terlihat ada kawanan anjing kampung liar yang mendatangi kandang kambing. “Setelah kita pasang kamera trap, kawanan anjing kampung liar itu datang lagi dan terakam kamera. Jadi bukan macan atau anjing hutan dari kawasan hutan TNAP,” ujarnya.

Baca juga: Eksekusi Lahan Berlangsung Ricuh

Dilihat dari foto yang berhasil ditangkap kamera trap, terang dia, ada tiga anjing yang terlihat datang ke kandang kambing milik warga. Dari ketiga anjing itu, dua ekor anjing mencoba masuk ke kandang, dan seekor anjing lagi berjaga di luar kandang. “Kita identifikasi itu anjing kampung liar, itu berdasarkan ciri-ciri fisik maupun sifat dari anjing liar yang tertangkap kamera,” ungkapnya.

Menurut Noviani, ciri-ciri anjing hutan itu posturnya lebih kecil dan gerombolannya besar, minimal 10 hingga 15 ekor. Sedang yang tertangkap kamera itu posturnya lebih besar dan gerombolannya sedikit. “Jadi anjing kampung liar itu gerombolannya hanya beberapa ekor saja, kalau anjing hutan minimal 10 ekor,” katanya.

Setelah ada laporan kambing mati milik Yusuf itu, masih kata dia, belum ada lagi laporan ternak milik warga warga yang mati akibat digigit hewan predator. Itu dimungkinkan karena warga mulai merapatkan lagi pagar kandang ternaknya, sehingga hewan pemangsa itu tidak bisa masuk.”Kami imbau warga tetap waspada dan diharapkan pagar kandang kambing tertutup supaya tidak disatroni anjing kampung liar lagi,” pungkasnya.

Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, sebanyak lima ekor kambing milik warga Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo ditemukan mati mendadak di kandangnya pada Minggu pagi (30/5). Diduga kuat, kambing itu mati karena diterkam satwa liar dari hutan di Balai Taman Nasional Alas Purwo.

Dugaan itu diperkuat dengan banyaknya luka gigitan dan cakaran di beberapa bagian tubuh kambing. Malahan, perut kambing banyak yang bolong hingga isi perut terurai. “Saya tahu pagi, saat akan memberi makan,” terang Yusuf, 48, pemilik kambing asal Dusun Persen, Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo.(kri/abi)

(bw/kri/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news