Kamis, 17 Jun 2021
radarbanyuwangi
Home > Genteng
icon featured
Genteng

Polisi Hadang Puluhan Masa Tolak Putusan PA

11 Juni 2021, 05: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

MENENTANG: M Yunus Wahyudi bersama pendukung Sumarah menerobos barisan polisi untuk menggagalkan pembacaan putusan eksekusi lahan di Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore, kemarin (8/6).

MENENTANG: M Yunus Wahyudi bersama pendukung Sumarah menerobos barisan polisi untuk menggagalkan pembacaan putusan eksekusi lahan di Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore, kemarin (8/6). (KRIDA HERBAYU/JPRG)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Para pendukung Sumarah tidak terima keputusan Pengadilan Agama (PA) Banyuwangi yang mengeksekusi lahan  seluas 4,5 hektare di Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore, kemarin (8/6). Puluhan massa yang dipimpin M Yunus Wahyudi berusaha menerobos barikade polisi untuk menghentikan juru sita PA Banyuwangi Junaidi membacakan putusan PA untuk eksekusi lahan itu.

Pantauan RadarBanyuwangi.id, meski sudah dihadang oleh puluhan petugas Sabhara Polresta Banyuwangi, massa terus bergerak sambil menyampaikan protes. Mereka mendorong petugas untuk mendekati juru sita PA Banyuwangi. “Hentikan bacaan putusan itu, Galih itu mafia tanah,” teriak M Yunus Wahyudi.

Yunus mengatakan polisi seharusnya berpihak kepada masyarakat bawah, tidak melindungi mafia tanah itu. Saat ini, kasus Galih Subowo masih diproses oleh kepolisian. Ia yakin Galih yang memenangi perkara lahan ini atas Sumarah akan menjadi tersangka. “Galih Subowo itu banyak kasusnya, saya berharap orang itu jadi tersangka dalam kasus yang saat ini masih diproses itu,” terangnya.

Baca juga: Pengelola KBIH Memahami Keputusan Pemerintah

Kabag Ops Polresta Banyuwangi, Kompol Agung Setyabudi mengatakan eksekusi lahan itu memang sedikit mengalami kendala, ada aksi kelompok massa yang berusaha memasuki area steril. Massa yang tidak mengenakan masker itu langsung dihadang dan diberi masker. “Kami handang mereka, dan kami juga melakukan pendekatan secara persuasif agar tidak terjadi gejolak,” ungkapnya.

Meskipun sempat diwarnai adu mulut antara massa dan petugas, namun masih dapat diredam. Massa yang dibawa oleh Yunus itu akhirnya membubarkan diri dan meminta u mediasi di kantor Camat Glenmore. Usai petugas PA Banyuwangi membacakan isi putusan, 150 personel juga ikut mengawal ke kantor Camat Glenmore. “Mediasi berjalan lancar tanpa ada kekacauan, kedua pihak dapat menerima,” pungkasnya.(kri/abi)

(bw/kri/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news