Kamis, 17 Jun 2021
radarbanyuwangi
Home > Genteng
icon featured
Genteng

Eksekusi Lahan Berlangsung Ricuh

11 Juni 2021, 04: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

DIPUTUSKAN: Juru sita PA Banyuwangi membacakan hasil putusan eksekusi lahan di Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore, kemarin (8/6).

DIPUTUSKAN: Juru sita PA Banyuwangi membacakan hasil putusan eksekusi lahan di Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore, kemarin (8/6). (KRIDA HERBAYU/JPRG)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Eksekusi tanah di Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore berlangsung memanas, kemarin (9/6). Kasus tanah seluas 4,5 hektare itu, bermula utang piutang antara Galih Subowo, 44, warga Dusun Ndarungan, Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu, dengan ahli waris Sumarah, 45, warga Gunungsari, Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore.

Pantauan RadarBanyuwangi.id, saat pembacaan putusan eksekusi lahan oleh juru sita Pengadilan Agama (PA) Banyuwangi Junaidi di lokasi lahan, sempat diwarnai kericuhan. Puluhan warga dari kelompok Sumarah yang dipimpin M Yunus Wahyudi berusaha menerobos masuk dan sempat adu mulut. “Ini menjadi kewenangan PA Banyuwangi,” cetus Junaidi.

Junaidi menyampaikan hanya menjalankan perintah keputusan PA dan tidak berhak mengubah putusan tersebut. Jika nanti ada gugatan terkait putusan itu, itu tidak masalah. “Kami hanya melaksanakan tugas membacakan putusan, hasil akhirnya lahan dimenangkan Galih Subowo,” katanya.

Baca juga: Menunggu 9 Tahun, Penjual Kopi Dua Kali Gagal Berangkat Haji

Meski massa terus mengecam proses pembacaan putusan, juru sita PA Banyuwangi bergeming dan tetap membacakan putusan hingga selesai. “Dari penetapan PA tertanggal 10 Juli 2020, objek sepenuhnya dikuasai Galih Subowo,” terang Kuasa Hukum Galih Subowo, Anang Suindro.

Menurut Anang, kasus ini berawal dari utang piutang. Ahli waris menjaminkan sertipikat lahan kepada koperasi. Selanjutnya, ada kesepakatan antara ahli waris dan Galih Subowo terkait pelunasan utang piutang itu. “Ahli waris dan Galih Subowo tidak menemukan titik kesepakatan, akhirnya sengketa dibawa ke pengadilan agama,” katanya.

Anang menyebut jika ahli waris ingin melakukan upaya gugatan lainnya, pihaknya sudah siap. Selama ini sudah bergerak sesuai prosedur dengan menempuh jalur hukum yang benar. “Jadi sudah jelas dalam perkara eksekusi lahan itu, kepemilikan objek sepenuhnya ada di Galih Subowo,” cetusnya.

Sementara itu, kuasa hukum ahli waris Sumarah, Subhan Fasrial menjelaskan sebenarnya putusan itu masih dalam pengajuan kasasi. Saat ini sifat dari putusan eksekusi lahan hanya sekedar deklaratif. Pihaknya akan menguji penetapan eksekusi itu, karena ada keraguan dan keganjilan dalam penetapan putusan. “Kami curiga ada keganjilan dan keanehan dalam putusan tersebut,” cetusnya.

Langkah yang akan diambil, terang dia, melakukan pengujian terhadap putusan eksekusi itu. Sebab, yang ada itu hanya putusan, bukan eksekusi penyerahan lahan antara penggugat kepada tergugat. “Untuk upaya hukum selanjutnya pasti kami lakukan,” ucapnya. (kri/abi)

(bw/kri/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news