Kamis, 17 Jun 2021
radarbanyuwangi
Home > Genteng
icon featured
Genteng

Pengelola KBIH Memahami Keputusan Pemerintah

10 Juni 2021, 21: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Muhammad Fakhry Aly dan KH Syamsul Anam

Muhammad Fakhry Aly dan KH Syamsul Anam (ISTIMEWA)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Keputusan pemerintah Indonesia yang tidak memberangkatkan haji di tahun ini, diterima dengan lapang dada oleh para pengelola Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH). Mereka menyebut, keputusan itu sudah tepat.

Salah satu pembimbing di Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Darussalam, Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Muhammad Fakhry Aly mengungkapkan ada 142 calon jamaah haji (CJH) yang daftar di tempatnya, tahun ini tidak bisa berangkat. “Mereka yang gagal berangkat tahun ini, yang gagal berangkat tahun lalu,” katanya.

Dari 142 CJH yang mendaftar di KBIHU Darussalam, terang dia, merasa tidak dirugikan dengan kebijakan pemerintah yang tahun ini kembali tidak memberangkatkan haji. Semua bisa memahami kondisi saat ini, demi kebaikan bersama. “CJH dari jamaah Darussalam bisa mengerti kebutusan pemerintah,” terang putra pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, KH Hasyim Syafaat, itu.

Baca juga: BPBD Rencanakan Update Renkon Peringatan Dini Tsunami

Hal senada juga disampaikan pengurus KBIHU Ummul Qurro, Glenmore, KH. Syamsul Anam. Menurutnya, para CJH yang mendaftar di tempatnya sejak awal memaklumi dan memahami keputusan pemerintah. “Kalau pun ada yang tidak terima, setelah dijelaskan bisa menerima,” terangnya kepada RadarBanyuwangi.id.

Menurut Ra Syamsul, sapaan KH. Syamsul Anam, persoalan haji itu tidak sekadar mengirim barang ke luar negeri. Tapi, mengirim orang dengan latar belakang dan kondisi kesehatan yang beragam. Sehingga, diperluklan persiapan dan kebijakan yang tepat. “Jangan disamakan kirim paketan barang, semuanya harus dihitung,” katanya.

Sebenarnya, terang dia, yang ditunggu CJH itu bukan keharusan berangkatnya, tapi ketegasan pemerintah dalam menentukan sikap. Hal ini berkaitan dengan persiapan keluarga CJH dalam menyiapkan segala keperluan. Dan sikap itu, sudah dilakukan Kementerian Agama RI dengan mengumumkan tidak memberangkatkan haji di tahun ini. “Yang ditunggu itu ketegasan pemerintah, dan itu sudah dilakukan meski agak telat,” ujar pengasuh Pondok Pesantren Ummul Quro, KH Khotib Habibullah.(sli/abi)

(bw/sli/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news