Kamis, 17 Jun 2021
radarbanyuwangi
Home > Genteng
icon featured
Genteng

BPBD Rencanakan Update Renkon Peringatan Dini Tsunami

10 Juni 2021, 19: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

PENCEGAHAN: Sirine peringatan bahaya dini tsunami yang dipasang di Pelabuhan Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, kemarin (8/6).

PENCEGAHAN: Sirine peringatan bahaya dini tsunami yang dipasang di Pelabuhan Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, kemarin (8/6). (SHULHAN HADI/RaBa)

Share this          

RadarBanyuwangi.id –Tingginya perhatian pemerintah pusat melalui Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terhadap potensi ancaman tsunami di pesisir selatan Jawa, menimbulkan kekhawatiran di masyarakat bawah.

Sempat beredar kabar, sebagian warga yang tinggal di pesisir Pantai Selatan ada yang mengungsi ke daerah aman, terutama saat malam hari. “Kabar itu memang banyak beredar, tapi saya belum menerima laporan ada warga yang mengungsi,” terang Kepala Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Fitriati.

Kasi Pencegahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Yusuf Arif mengatakan kondisi di pesisir selatan masih berjalan normal. “Semua berjalan seperti biasanya,” katanya pada RadarBanyuwangi.id.

Baca juga: 100 Hari Ipuk-Sugirah (2)

Upaya antisipasi terkait kepanikan warga akibat sirine ujicoba peringatan tsunami, juga tidak perlu dirisaukan. Itu karena setiap kali akan ada uji coba, warga selalu diberi sosialisasi. “Kalau kita mau uji coba, kita beri pengumuman dulu,” jelasnya.

Menurut Yusuf, kunjungan kepala BMKG Dwikorita Karnawati ke Pancer, Desa Sumberagung Kecamatan Pesanggaran pada 4 Maret 2021 lalu itu sebenarnya BMKG memaparkan potensi tsunami kepada gubernur jika terjadi gempa besar. Paparan potensi itu, semata-mata untuk menyiapkan rencana penanganan. “Paparan potensi itu seperti kalau naik motor, potensi paling tinggi cedera kecelakaan di kepala,” jelasnya.

Saat ini BPBD akan melakukan uji hasil Rencana Kontinjensi (renkon) yang telah dibuat dan ditetapkan. Renkon secara sederhana, bisa diartikan perencanaan penanganan saat terjadi musibah dengan melibatkan semua unsur terkait. “Kita akan menguji renkon kepada masyakarat seperti simulasi,” jelasnya.

Untuk penanganan yang lebih baik, juga memperbarui renkon. Sehingga, jiika sewaktu-waktu tsunami itu terjadi, manajemen penanganan bisa berjalan baik dan mengurangi kerugian. “Kami juga ada gagasan meng-update renkon,” cetusnya.(sli/abi)

(bw/sli/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news