Kamis, 17 Jun 2021
radarbanyuwangi
Home > Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Banyuwangi Resmi Miliki Rumah Sakit Hewan

Dilengkapi UGD, Ruang Bedah, dan Rawat Inap

10 Juni 2021, 16: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

BUTUH PENANGANAN: Seorang warga menggendong kambing piaraan dibawa ke rumah sakit hewan yang beralamat di Jalan Kartini, Nomor 56, Kelurahan Kepatihan, Banyuwangi.

BUTUH PENANGANAN: Seorang warga menggendong kambing piaraan dibawa ke rumah sakit hewan yang beralamat di Jalan Kartini, Nomor 56, Kelurahan Kepatihan, Banyuwangi. (RAMADA KUSUMA/RaBa)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Banyuwangi kini resmi memiliki rumah sakit hewan (RSH). Bupati Ipuk Fiestiandani meresmikan secara langsung fasilitas kesehatan hewan yang berlokasi di Jalan Kartini, Nomor 56, Kelurahan Kepatihan, Banyuwangi, tersebut Senin kemarin (7/6).

RSH Banyuwangi tersebut merupakan peningkatan dari pusat kesehatan hewan (puskeswan). Peningkatan status ini bertujuan untuk memberikan peningkatan layanan kesehatan hewan di kabupaten ujung timur Pulau Jawa. Ini semakin melengkapi fasilitas kesehatan 11 puskeswan yang tersebar di seantero Bumi Blambangan.

Bupati Ipuk mengatakan, kesehatan hewan tidak bisa disepelekan. Kesehatan hewan harus dijaga untuk mencegah penyakit yang menular dari hewan ke manusia. ”Selain itu, ini bagian dari kesadaran kita untuk menghargai hewan, bagaimana kesejahteraan hewan diterapkan termasuk dari sisi kesehatannya,” ujarnya.

Baca juga: Kampung Tangguh Ajak 30 Warga Nikmati Kopi Sambil Baca Koran

Ipuk berharap, RSH yang kemarin diresmikan bisa membantu warga menjaga kualitas kesehatan hewan ternak maupun hewan peliharaannya. ”Mengingat sekarang semakin banyak pencinta binatang, juga komunitas-komunitasnya yang tumbuh di Banyuwangi,” kata dia.

RSH Banyuwangi tersebut dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Mulai Unit Gawat Darurat (UGD), Ruang Diagnostik, Ruang Bedah, Ruang Rawat Inap, hingga laboratorium dan apotek. ”Untuk sementara masih belum bisa memberikan layanan kepada hewan berukuran besar karena masih ada keterbatasan ruang. Untuk hewan berukuran besar, seperti yang selama ini telah dilakukan, tim puskeswan akan turun membantu masyarakat,” terang Ipuk.

Sementara itu, selain hewan ternak dan hewan piaraan, RSH juga memberikan penanganan kesehatan bagi hewan liar di Banyuwangi. Misalnya sterilisasi kucing liar untuk mengendalikan populasi satwa jenis yang satu ini.

Selain itu, Ipuk juga meminta masyarakat yang menemukan hewan yang sakit untuk melapor ke pihak RSH. ”Apabila warga menemukan hewan yang sakit, seperti kucing atau anjing di jalan, bisa disampaikan agar ditangani,” imbuhnya.

Selama ini Banyuwangi memang memiliki perhatian yang cukup tinggi terhadap kesehatan hewan. Kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini memiliki 12 puskeswan. Angka ini merupakan yang terbanyak dibandingkan kabupaten dan kota lain di Jatim.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Arief Setyawan menyebutkan hal ini sebagai upaya perlindungan terhadap masuknya binatang ternak dari luar Jawa. ”Salah satu pintu masuk hewan-hewan ternak ke Jawa ini melalui Banyuwangi. Baik yang dikirim dari Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Indonesia bagian timur lainnya. Jadi, perlu ada pemeriksaan yang ketat terhadap kesehatan hewan-hewan tersebut. Ini penting untuk menjaga agar penyakit menular hewan, terutama penyakit yang bisa menular dari hewan ke manusia bisa dicegah,” terang Arif kepada RadarBanyuwangi.id.

Dengan kondisi demikian, imbuh Arief, Banyuwangi kerap menjadi jujugan dari kampus-kampus besar yang memiliki kaitan dengan kesehatan hewan. ”Tidak sedikit para calon dokter hewan dari kampus-kampus negeri di Indonesia ini yang menjalankan praktik di Banyuwangi. Tentu saja, dengan adanya Rumah Sakit Hewan ini, akan membuat Banyuwangi menjadi tempat rujukan utama,” terangnya.

Keberadaan rumah sakit hewan ini juga disambut antusias oleh para pencinta hewan. Seperti yang diungkapkan oleh Cahaya yang memiliki peliharaan kura-kura sulcata dari Afrika. ”Akhirnya saya bisa mendapatkan layanan terhadap hewan peliharaan saya. Di sini juga bisa berkonsultasi langsung dengan para dokter hewannya,” ujarnya. 

Cahaya berharap agar ke depan RSH tersebut semakin berkembang dan memberikan layanan yang terbaik bagi masyarakat. ”Semoga fasilitasnya semakin lengkap,” pungkasnya. (aif/c1)

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news