Kamis, 17 Jun 2021
radarbanyuwangi
Home > Edukasi
icon featured
Edukasi

Sekolah-Sekolah Favorit Masih Jadi Pilihan

Hari Pertama PPBD Langsung Diserbu Pendaftar

09 Juni 2021, 22: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Sekolah-Sekolah Favorit Masih Jadi Pilihan

(Grafis: Reza/RaBa)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Dinas Pendidikan tampaknya harus bekerja keras untuk bisa menghapus predikat sekolah favorit. Pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online hari pertama kemarin, beberapa sekolah yang selama ini dianggap favorit masih menjadi pilihan pendaftar. Calon siswa pun menyerbu sejumlah sekolah papan atas.

Di jenjang SD, empat sekolah yang menggelar PPDB online terpaksa harus melakukan seleksi lebih cepat. Sebab, jumlah pendaftar yang masuk di jalur afirmasi melebihi kuota yang sudah ditetapkan. Di SDN 4 Penganjuran salah satunya. Dari 26 kuota di jalur afirmasi, sudah ada 120 pendaftar yang berebut untuk bisa diterima di sekolah yang dulunya bernama SDN Brawijaya tersebut. Jalur afirmasi hanya menyediakan kuota maksimal 30 persen.

SMP favorit juga diserbu para pendaftar di hari pertama. Rata-rata setiap sekolah diserbu pendaftar tiga kali lipat dari kuota yang disediakan oleh sekolah. Salah satunya di SMPN 1 Banyuwangi. Dari kuota 45 kursi, ada 154 pendaftar yang tercatat di website PPDB jalur rerata rapor. Begitu juga di SMPN 1 Giri. Dari kuota 51 kursi ada 149 pendaftar yang berebut jatah jalur rerata rapor.

Baca juga: Menteri Tito Beri Motivasi dan Apresiasi Kinerja Banyuwangi

Plt Kadispendik Banyuwangi Suratno kepada RadarBanyuwangi.id mengatakan, sekolah favorit masih menjadi magnet pada PPDB tahun ini. Meski pemerintah sudah mencoba melakukan pemerataan kualitas SDM dan fasilitas pendidikan, masih banyak wali murid dan siswa yang memilih untuk mendaftar di sekolah favorit pada PPDB hari pertama.

Suratno melihat, selama ini sekolah-sekolah tersebut difavoritkan karena banyak pendaftar yang ingin merasakan kompetisi dalam pendaftaran sekolah. Mereka yang bisa masuk ke sekolah-sekolah tersebut dianggap mampu memenangkan kompetisi. Apalagi untuk jalur rerata rapor yang bisa diikuti semua orang. ”Masyarakat yang merasa anaknya cerdas di sekolah pasti akan mencoba jalur ini. Begitu  tidak diterima, mereka menyiapkan opsi lain,”   kata Suratno.

Berbeda dengan jalur prestasi akademik dan non-akademik yang tidak semua orang memiliki prestasi tersebut. Dan jalur afirmasi sekolah yang membutuhkan syarat dan kategori tertentu.

Namun, bagi mereka yang merasa berkompetisi di sekolah favorit layak untuk tetap diperjuangkan, Mereka akan tetap melakukan pendaftaran hingga semua pilihan selesai. ”Kalau tidak lolos jalur prestasi masih ada afirmasi. Selanjutnya masih ada  jalur zonasi. Yang penting ikuti saja prosesnya,” pesan mantan Kepala SMAN 1 Genteng itu.

Terkait sekolah swasta, Suratno mengatakan  banyak sekolah yang sudah membuka pendaftaran lebih awal. Dari 19.171 lulusan SD, baik negeri maupun swasta pada tahun 2021, SMP negeri hanya menyediakan 12.128 kursi. Sisanya 7.000 lebih siswa bisa beralih ke sekolah swasta. ”Ada beberapa sekolah pinggiran sudah melakukan jemput bola untuk mendapatkan siswa. Mungkin siswa akan mencoba dulu semua jalur sebelum nantinya yang tidak tertampung tetap akan memilih sekolah swasta. Intinya semua harus tetap bersekolah,” pungkasnya. (fre/aif/c1)

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news