Kamis, 17 Jun 2021
radarbanyuwangi
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Menteri Tito Beri Motivasi dan Apresiasi Kinerja Banyuwangi

09 Juni 2021, 20: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

BERI APRESIASI: Mendagri Tito Karnavian meninjau layanan di Mal Pelayanan Publik Banyuwangi Jumat lalu (4/6).

BERI APRESIASI: Mendagri Tito Karnavian meninjau layanan di Mal Pelayanan Publik Banyuwangi Jumat lalu (4/6). (RAMADA KUSUMA/RABA)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian memanfaatkan kunjungan selama dua hari di Banyuwangi akhir pekan lalu untuk mengecek berbagai layanan publik di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini. Selain itu, mantan Kapolri tersebut juga berdiskusi dengan sejumlah pihak, termasuk dengan Bupati Ipuk Fiestiandani dan para kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Banyuwangi.

Tito menilai, selama beberapa tahun terakhir Banyuwangi menunjukkan perkembangan yang baik. Sedangkan kini, pemkab berada di jalur yang tepat untuk terus mengembangkan kabupaten berjuluk the Sunrise of Java ini.

Alhasil, Tito mengapresiasi kinerja Pemkab Banyuwangi. Dia menyebut Banyuwangi bisa menjadi model, menjadi best practice untuk dari lain. ”Banyuwangi terus berinovasi, saya sudah dengar berbagai inovasinya. Tradisi inovasinya terjaga. Saya akan minta daerah lain meniru Banyuwangi,” ujar Tito kepada RadarBanyuwangi.id.

Baca juga: Dua Tahun Lupa Selamatan, Hasil Panen Menurun

Tito lantas membeber alasan kedatangannya ke Banyuwangi, yaitu untuk menjawab rasa penasaran tentang berbagai inovasi dan keberhasilan Banyuwangi. ”Jujur saya katakan, selama ini saya penasaran dengan Banyuwangi, dengan inovasi dan keberhasilannya. Jadi, saya putuskan untuk datang langsung ke Banyuwangi,” kata dia.

Dalam kesempatan berbincang dengan Tito, Bupati Ipuk Fiestiandani membeber sejumlah inovasi dan kinerjanya sejak dilantik pada 26 Februari lalu. Program-program jemput bola telah dilakukan. Di antaranya melalui program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) yang di dalamnya ikut melayani perizinan berbasis Online Single Submission (OSS). OSS tersebut selama ini menjadi perhatian Tito.

”Saya sampaikan ke Pak Tito, bahwa saat berkantor di desa, kami fasilitasi dan dampingi warga untuk masuk OSS karena memang tidak semua warga melek teknologi. Dalam 12 kali berkantor di desa, kami membantu menerbitkan 5.078 izin usaha mikro-kecil. OSS ini langsung terkoneksi dengan Kementerian Investasi/BKPM,” papar Ipuk.

Selain soal jemput bola perizinan usaha, berbagai inovasi dilaporkan Ipuk kepada Tito. Mulai dari jemput bola layanan kependudukan yang juga menjadi bidang otoritas Kementerian Dalam Negeri, pemulihan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM, hingga percepatan vaksinasi di mana Banyuwangi menjadi salah satu daerah penerima vaksin terbesar di Jawa Timur.

Tito pun menyemangati seluruh jajaran Banyuwangi untuk terus berinovasi. Banyuwangi juga dinilai Tito sangat kompak, di mana jajaran bekerja saling dukung satu sama lain. Artinya, sudah ada perubahan pola pikir SDM pemerintahan. 

Tidak hanya pelayanan publiknya, Tito juga terkesan dengan bagaimana ruang-ruang publik di Banyuwangi ditata dengan baik. ”Desain tata ruang, seperti bandara yang tidak terjadi semrawut. Desainnya baik, hijau, asri. Lanskapnya di sekitarnya dipertahankan alami, hamparan sawahnya dipertahankan. Itu membuat nyaman orang yang datang di sini. Saya lihat kotanya juga bersih,” pungkasnya. (sgt/aif/c1)

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news