Kamis, 17 Jun 2021
radarbanyuwangi
Home > Edukasi
icon featured
Edukasi

Deputi Kemenko PMK Pastikan Kesiapan PTM

09 Juni 2021, 16: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

SIAP PTMT: Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Modernisasi Beragama Kemenko PMK Agus Sartono mengunjungi SDN 4 Penganjuran kemarin (7/6).

SIAP PTMT: Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Modernisasi Beragama Kemenko PMK Agus Sartono mengunjungi SDN 4 Penganjuran kemarin (7/6). (FREDY RIZKI/RaBa)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Para siswa di Banyuwangi tampaknya bisa kembali mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) pada tahun ajaran baru 2021/2022 nanti. Kemarin (7/6) Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Modernisasi Beragama Kemenko PMK Prof Dr Agus Sartono meninjau beberapa sekolah di Banyuwangi untuk memastikan kesiapan pelaksanaan PTM bulan Juli nanti.

Bersama timnya, profesor jebolan UGM itu melihat kesiapan PTM di SMPN 3 Banyuwangi dan SDN 4 Penganjuran. Selain meninjau ruang kelas, Agus juga melihat langsung bagaimana sirkulasi siswa yang datang ke sekolah, sekaligus perlengkapan penunjang protokol kesehatan yang ada. ”Kita ingin melihat kesiapan PTM. Rupanya di Banyuwangi, sejak dikeluarkanya SKB 4 Menteri semua sudah diterapkan, bahkan ada pengecekan dari level kecamatan hingga kabupaten sebelum terakhir dipastikan oleh bupati,” ujar Agus Sartono.

Selain melihat fasilitas, Agus memastikan semua guru yang mengajar sudah divaksinasi. Hal itu untuk memastikan keamanan siswa selama diajar para guru. Meski demikian, Agus mengingatkan agar semuanya tetap saling menjaga diri dan tidak terlampau euforia karena sudah mendapatkan vaksin. ”Saya berharap tidak ada lonjakan kasus di Banyuwangi setelah ini. Sehingga keinginan kita untuk menggelar tatap muka bisa terelisasi. Kita minta Pak Kadispendik terus berkodinasi dengan Dinas Kesehatan agar semuanya aman,” imbuh Agus kepada RadarBanyuwangi.id.

Baca juga: RSAH Tambah Dokter Spesialis Radiologi

Untuk sementara Banyuwangi bisa menerapkan kuota 50 persen dari total jumlah siswa yang diperbolehkan mengikuti PTMT. Hal itu menjadi pilihan terbaik dalam kondisi terburuk agar para siswa tetap bisa menyerap pelajaran dengan optimal. ”Pertemuan tatap muka tetap tidak tergantikan. Semoga ini menjadi ikhtiar kita dan SD, SMP di Banyuwangi bisa menjadi contoh untuk sekolah lainnya. Kita harap siswa juga menjadi agen edukasi Covid-19 di tengah keluarganya,” tegasnya

Plt Kepala Dispendik Banyuwangi Suratno menambahkan, Banyuwangi dianggap siap melaksanakan PTMT untuk tahun ajaran 2021/2022. Sekolah juga sudah menunjukan kesiapan mereka menerapkan prokes termasuk dengan menyediakan fasilitas seperti hand sanitizer. Siswa juga sudah terbiasa menerapkan physical distancing selama melakukan pembelajaran. ”Kita mendapat apresiasi dari Kemenko PMK. Sesuai regulasi, kita akan menerapkan batasan maksimal yaitu 50 persen dari kapasitas sekolah,” ungkapnya.

Kepala SDN 4 Penganjuran Setyaningsih mengatakan, sebenarnya sekolahnya siap jika harus menerapkan 100 persen pagu. Teknisnya sama dengan pembelajaran saat pandemi. Prokes ketat diterapkan dalam pembelajaran. Siswa juga tidak diperkenankan berinteraksi di dalam kelas. Seperti tidak usah bertukar barang dan tidak boleh jalan-jalan di luar kelas karena waktu pembelajaran akan diterapkan tanpa istirahat. (fre/aif/c1)

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news