Kamis, 17 Jun 2021
radarbanyuwangi
Home > Kolom
icon featured
Kolom

Pandemi Kapan Berakhir?

Oleh: Rofiah Wafiroh*

09 Juni 2021, 12: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Pandemi Kapan Berakhir?

Share this          

SELURUH dunia tahu bahwa pandemi Covid-19 yang pertama terjadi di Wuhan, Tiongkok, sekitar akhir tahun 2019, menyebabkan banyak kematian yang luar biasa di negara tirai bambu tersebut. Virus tersebut kemudian menyebar ke seluruh dunia. Bahkan, Indonesia juga terkena dampaknya sampai saat ini.

Bahkan varian Covid-19 baru dengan tipe B.117 asal Inggris, B.1351 asal Afrika Selatan, dan varian B. 1617 asal India, sudah masuk ke Indonesia. Menurut Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi (4 Mei 2021), di beberapa negara saat ini sedang terjadi lonjakan kasus Covid-19. Beberapa faktor yang menjadi penyebab peningkatan kasus di negara-negara tersebut adalah mobilitas pergerakan masyarakat. Ketiga varian di atas memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi, sekitar 36 persen sampai 75 persen dibandingkan dengan virus yang beredar sebelumnya.

Varian baru dalam istilah biologi disebut mutasi, yaitu perubahan yang terjadi pada materi genetik baik pada taraf gen maupun kromosom. Mutasi atau perubahan yang terjadi pada makhluk hidup dapat terjadi secara alami maupun buatan. Mutasi alami atau mutasi spontan adalah mutasi yang belum diketahui secara pasti penyebabnya, mutasi ini kemungkinan bisa disebabkan sinar kosmis, radioaktif alam, atau sinar ultraviolet, bahkan kenaikan temperatur. Sedangkan mutasi buatan adalah mutasi yang terjadi dengan adanya campur tangan manusia, dengan zat kimia, sinar X, radiasi, dan sebagainya.

Baca juga: Camping Layani Masyarakat Kebun hingga Jemput Bola Difabel dan Lansia

Virus korona merupakan jenis virus RNA (Ribo Nucleic Acid) yaitu virus dengan materi genetik berantai tunggal, di mana dengan struktur seperti ini lebih mudah mengalami mutasi dibanding jenis virus DNA (Deoxiribo Nucleic acid), karena RNA polimerase virus tidak memiliki kemampuan proofreading (kemampuan menyalin kode-kode genetik pada transkripsi) dibanding DNA polimerase.

Baru-baru ini ditemukan mutasi D-614-G menjadi G-614 yang menyebabkan perubahan pada bagian protein spike. Yaitu protein yang membentuk mahkota virus korona yang memiliki kemampuan lebih mudah menempel pada sel inang. Varian D-614-G merupakan mutasi generasi pertama dari virus korona yang terjadi di Wuhan. Berdasar hasil penelitian lembaga Riset GISAID Jerman, bahwa sebanyak 92.000 isolat di seluruh dunia yang diambil per September 2020, sebanyak 77,5 persen mengandung genom D-614-G.

Berdasar paparan di atas, bahwa pandemi Covid-19 tidak menutup kemungkinan akan menjadi endemi. Karena sifat virus korona yang mudah sekali mengalami mutasi. Tetapi jika kita selalu memohon perlindungan kepada Allah SWT, mempunyai antibodi yang kuat dan selalu menerapkan protokol kesehatan dengan benar, insya Allah wabah ini akan berlalu. Wallohu A’lam bisshowab. (*)

*) Guru IPA MTsN 3 Banyuwangi.

(bw/*/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news