Kamis, 17 Jun 2021
radarbanyuwangi
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan
Dispendukcapil Sambut 100 Hari Ipuk-Sugirah

Camping Layani Masyarakat Kebun hingga Jemput Bola Difabel dan Lansia

09 Juni 2021, 06: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

SASAR WARGA PERKEBUNAN: Bupati Ipuk menyapa warga kebun kapuk di Kecamatan Wongsorejo.

SASAR WARGA PERKEBUNAN: Bupati Ipuk menyapa warga kebun kapuk di Kecamatan Wongsorejo. (RAMADA KUSUMA/RaBa)

Share this          

RadarBanyuwangi.id - Selain Pelangi, Dispendukcapil juga melakukan beberapa kegiatan lain untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat. Salah satunya Camping Embun alias Camping Pelayanan Masyarakat Kebun. Program ini digeber untuk memudahkan masyarakat yang tinggal di kawasan perkebunan mengurus dokumen kependudukan.

Juang menyebut, sejauh ini sudah dua kali Camping Embun digeber. Pertama digeber di Perkebunan Malangsari, Desa Kebonrejo, Kecamatan Kalibaru pada Jumat (7/5) sampai Sabtu (8/5). Sedangkan Camping Embun jilid II digelar di Perkebunan Kapuk kawasan Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo pada Jumat (21/5) sampai Sabtu (22/5). Di dua lokasi tersebut, tim Dispendukcapil memberikan layanan kepada warga sejak pagi hingga larut malam.

Kepala Dispendukcapil Juang Pribadi kepada RadarBanyuwangi.id menuturkan, Camping Embun digelar untuk menghadirkan layanan yang mudah diakses warga perkebunan. ”Karena akses warga perkebunan ke kantor desa relatif jauh, bisa sampai satu jam perjalanan. Sedangkan untuk mengakses layanan online, tidak semua warga punya smartphone. Makanya kami jemput bola, bahkan sampai bermalam,” kata dia.

Baca juga: Rantang Duafa untuk Mbah Saerah

Setali tiga uang dengan Pelangi, program Camping Embun juga mendapat sambutan antusias warga. ”Masih banyak masyarakat perkebunan yang dokumen adminduknya merupakan dokumen lama alias belum update, kami bantu update,” kata Juang.

Belum cukup sampai di situ, Dispendukcapil juga memiliki program ”Godak” alias Go Dokumen Administrasi Kependudukan. Para pegawai Dispendukcapil berinisiatif menyisihkan sebagian gaji mereka untuk membeli sepeda motor yang digunakan untuk mengantar dokumen adminduk kepada masyarakat atau jemput bola memberikan pelayanan kepada warga.

Juang menambahkan, sejauh ini sudah dua unit sepeda motor yang dimiliki Dispenduk untuk menjemput bola memberikan layanan adminduk kepada warga. ”Misalnya jika ada warga berkebutuhan khusus atau warga lanjut usia (lansia) yang tidak bisa pergi ke kantor pelayanan, akan dilakukan jemput bola,” tutur Juang.

Sementara itu, Juang menegaskan pengurusan adminduk atau dokumen kependudukan, mulai kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el), kartu keluarga (KK), akta kelahiran, akta kematian, dan lain sebagainya tidak dipungut biaya alias gratis. ”Kami meminta warga mengurus sendiri, tidak memakai calo atau pihak ketiga. Apalagi pelayanan kita sangat mudah,” pungkasnya. (sgt/afi/c1)

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news