Kamis, 17 Jun 2021
radarbanyuwangi
Home > Kolom
icon featured
Kolom

Apakah Hanya Cukup Tri Dharma Perguruan Tinggi?

Oleh: Nur Anim Jauhariyah*

09 Juni 2021, 04: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Apakah Hanya Cukup Tri Dharma Perguruan Tinggi?

Share this          

TENAGA pendidik dalam sebuah perguruan tinggi yang familiar disebut dengan dosen, baik swasta maupun negeri di suatu akademi, sekolah tinggi, institusi, atau universitas, memiliki kewajiban yang disebut dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tri dharma sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah tiga kewajiban, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Fokus dalam tulisan ini lebih ke esensi penelitian dan pengabdian yang dilaksanakan dosen pada setiap semester, yaitu semester ganjil yang dilaksanakan pada bulan September–Februari dan genap pada Maret–Agustus yang dapat dilaksanakan dengan menggunakan biaya pribadi maupun hibah dari perguruan tinggi yang merupakan home base dosen tersebut atau biaya yang berasal dari pihak ketiga baik instansi, pemerintahan daerah, maupun kementerian yang menjadi support untuk melakukan penelitian atau pengabdian.

Kewajiban penelitian dan pengabdian ternyata tidak selesai sampai di pelaporan saja, namun untuk peningkatan jabatan fungsional/golongan dosen dan persiapan akreditasi program studi dan perguruan tinggi maka dosen tersebut memiliki kewajiban untuk memublikasikan hasil penelitian tersebut dalam bentuk artikel ke jurnal yang bereputasi, terakreditasi atau bahkan terindeks Scopus yang berbayar sampai puluhan juta rupiah sehingga tidak jarang banyak jurnal predator yang mengintai para dosen yang mengidamkan jabatan fungsional profesor dengan jalan singkat. Cukup rumit dan mahal juga kewajiban dosen dengan berbagai macam persyaratan yang harus dipenuhi jika ingin menjaga dan meningkatkan kualitas dari personal dan perguruan tingginya.

Baca juga: Penduduk Lansia, Cermin Beban dan Capaian Prestasi

Ternyata tidak hanya berhenti di situ saja. Setiap dosen harus memiliki akun di Google Schoolar dan terdaftar di Sinta (Science and Technology Index), supaya artikel yang di-publish di jurnal tersebut dapat disitasi atau dirujuk oleh penulis di seluruh penjuru dunia. Semakin tinggi angka sitasi, maka dosen tersebut menunjukkan bahwa tulisannya memiliki makna yang ”berarti” untuk dikutip.

Jika kita mengacu pada rumitnya karya yang harus dihasilkan oleh dosen, maka kembali lagi seberapa besar hasil penelitian dan pengabdian tersebut dapat berkontribusi untuk pengetahuan dan masyarakat luas. Hal itu merupakan sumbangan riil yang kadang tolok ukurnya terabaikan. Namun, satu pesan yang menjadi penyemangat untuk kita semua, selamat berkarya teman-teman dosen di Banyuwangi, mari harumkan Banyuwangi ini dengan karya-karya yang mampu membawa perubahan yang berkelanjutan untuk Banyuwangi dan negeri kita Indonesia. (*)

*) IAI Darussalam Blokagung Banyuwangi.

(bw/*/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news