Kamis, 17 Jun 2021
radarbanyuwangi
Home > Features
icon featured
Features
Gedung Juang Bertransformasi Jadi Gedung Seni

Mulai Renovasi 2015, Rampung 2020

09 Juni 2021, 11: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Gedung Juang 45 Banyuwangi mulai direnovasi pada 2015 lalu.

Gedung Juang 45 Banyuwangi mulai direnovasi pada 2015 lalu. (RAMADA KUSUMA/RaBa)

Share this          

RadarBanyuwangi.id - Bertahun-tahun terkesan kurang terawat. Bahkan, cenderung kumuh. Padahal, gedung ini berada di tempat yang strategis yakni di utara Taman Blambangan. Juga hanya berjarak beberapa puluh meter di sisi timur Pasar Banyuwangi.

Seperti itulah kondisi Gedung Juang Banyuwangi enam tahun lalu. Ironisnya lagi, meski menyandang nama ”besar”, tak jarang halaman gedung itu ”hanya” dimanfaatkan menjadi lokasi parkir jika ada kegiatan akbar yang dihelat di Taman Blambangan.

Namun, kini kondisi fisik gedung tersebut berubah 180 derajat. Gedung yang awalnya hanya memiliki satu lantai itu, sekarang menjelma bangunan megah tiga lantai.

FUTURISTIK: Beginilah wajah baru Gedung Juang 45 alias Societeit de Club di Jalan Veteran Banyuwangi.

FUTURISTIK: Beginilah wajah baru Gedung Juang 45 alias Societeit de Club di Jalan Veteran Banyuwangi. (RAMADA KUSUMA/RaBa)

Baca juga: Veteran Berharap Nama Gedung Tak Diubah

Catatan RadarBanyuwangi.id, renovasi gedung tersebut dilakukan Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan, dan Permukiman (PU-CKPP) dengan skema tahun jamak (multi years). Tepatnya sejak Oktober 2015. Setelah selesai dibangun, pengelolaan gedung yang selesai direnovasi tahun 2020 itu diserahkan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Mujiono mengatakan, pembangunan gedung yang dahulu bernama Gedung Juang itu dilakukan untuk mengakomodasi saran dan masukan berbagai kalangan. Tidak terkecuali kalangan veteran, seniman, dan budayawan Banyuwangi. ”Konsep awal bagaimana Gedung Juang ini ada perubahan fungsi. Mengoptimalkan lahan yang ada. Juga agar ada perubahan desain dengan mengusung kearifan lokal,” ujar mantan Kepala Dinas PU-CKPP Banyuwangi tersebut.

Mujiono menuturkan, di bagian belakang gedung telah dibangun lima ruangan yang dapat dimanfaatkan untuk kantor veteran. Bangunan di bagian belakang itu juga dilengkapi aula yang dapat digunakan kalangan veteran menggelar rapat. Selain itu, ada pula dapur dan kamar mandi. ”Ruangan-ruangan itu sudah jadi, silakan ditempati. Sehingga para veteran tidak akan terusir dari gedung tersebut,” kata Mujiono kepada RadarBanyuwangi.id.

Selain dari kalangan veteran, Mujiono menyatakan pemkab juga mengakomodasi masukan dari kalangan seniman dan budayawan. Para seniman dan budayawan menyampaikan keinginan agar Banyuwangi memiliki sarana aktualisasi seni-budaya indoor. ”Maka, di lantai tiga dibangun semacam amfiteater indoor yang bisa digunakan untuk menggelar atraksi seni dan budaya,” kata dia.

Selebihnya, lantai dua dan lantai tiga bangunan tersebut akan dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Misalnya untuk counter suvenir atau kuliner khas Banyuwangi. ”Sedangkan lantai satu digunakan untuk kantor-kantor dan ruangan meeting, juga ada landscape. Selain itu, dilengkapi pula sarana pemadam kebakaran serta area parkir,” bebernya.

Mujiono menambahkan, pengelolaan gedung itu kini diserahkan kepada pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar). ”Pengelolaannya kami serahkan kepada Disbudpar,” pungkasnya. (sgt/bay/c1)

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news