Kamis, 17 Jun 2021
radarbanyuwangi
Home > Features
icon featured
Features
Gedung Juang Bertransformasi Jadi Gedung Seni

Pernah Jadi Kantor Bersama 10 Lembaga

09 Juni 2021, 10: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

RUSAK: Veteran ngantor di Gedung Juang dengan atap bocor sekitar tahun 2004.

RUSAK: Veteran ngantor di Gedung Juang dengan atap bocor sekitar tahun 2004. (BAYU SAKSONO/RABA)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Sebelum dibongkar, Gedung Juang pernah ditempati oleh Akhmad Touwil Firdaus sebagai sekretaris pengelola Gedung Juang 1945 Banyuwangi. Bangunan itu juga pernah menjadi kantor 10 lembaga sekaligus.

Akhmad Touwil Firdaus mengaku pernah menetap di kompleks Gedung Juang bersama istri dan anak sejak tahun 2007 silam. ”Kebetulan sejak tahun 2007, saya ditugaskan sebagai Sekretaris Dewan Harian Cabang (DHC) Badan Pembudayaan Kejuangan (BPK) 45. Juga sebagai sekretaris Pengelola Gedung Juang 45 Banyuwangi,” cerita Touwil kepada RadarBanyuwangi.id.

DHC BPK 45 Banyuwangi menempati Gedung Juang atas Surat Bupati Banyuwangi Nomor 221.2/39/429.021/2004 tertanggal 15 Januari 2004. Ketika itu, Gedung Juang digunakan untuk kantor bersama. Sedikitnya ada 10 komponen yang menempati Gedung Juang. Di antaranya yakni Dewan Harian Cabang (DHC) BPK 45 Kabupaten Banyuwangi, Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), Persatuan Purnawirawan Warakawuri TNI-Polri (PEPABRI), Pemuda Panca Marga, dan Persatuan Istri Purnawirawan PEPABRI.

BOCOR: Deretan ruangan di bagian belakang Gedung Juang. Ruangan sebelah timur pernah ditempati Touwil Firdaus.

BOCOR: Deretan ruangan di bagian belakang Gedung Juang. Ruangan sebelah timur pernah ditempati Touwil Firdaus. (BAYU SAKSONO/RABA)

Baca juga: Pernah Jadi Pustu hingga Lokasi Tera Timbangan

Selain itu, Gedung Juang juga jadi kantor sekretariat bersama untuk kegiatan Radio Komunitas Bung Tomo dan Sanggar Merah Putih. Gedung ini pernah jadi tempat lomba baca puisi, penampilan baca puisi, dan kesenian lainnya. Namun, kondisi gedung yang juga pernah menjadi markas pejuang saat merebut kemerdekaan ini, pada tahun 2014 rusak parah. Di beberapa sudut ruang tercium bau pesing menyengat. Atap bangunan di sepanjang ruangan juga terlihat banyak yang jebol dan tak terurus.

Maklum saja, pemeliharaan Gedung Juang 45 Banyuwangi ini terakhir dikerjakan saat era Bupati Joko Supaat Slamet atau era di tahun 1980-an. Tak heran, jika setiap musim hujan atap gedung bocor. Meski begitu, para veteran dan penerusnya tetap menjadikan gedung tua itu sebagai kantor veteran dan mempertahankannya sebagai salah satu cagar budaya.

Karena kondisi yang memprihatinkan dan membahayakan keselamatan, akhirnya sekitar bulan Agustus 2016, Gedung Juang mulai dibongkar dan direhab oleh Pemkab Banyuwangi. Sejak bangunan lama dibongkar, otomatis ”kantor” sekretariat 10 organisasi hijrah ke rumah sekretaris masing-masing. ”Ini semata-mata agar organisasi tetap berjalan,” jelasnya.

Awal dibongkar gedung bagian depan, Touwil bersama keluarga masih menempati rumah yang berada di barisan belakang kompleks Gedung Juang. Pada tahun 2019, dia bersama keluarga memutuskan pindah ke Jalan Kopral Sanusi No 12, Lingkungan Karangbaru, Kelurahan Panderejo, Banyuwangi. ”Pada tahun 2019, kami harus sudah menyingkir karena bangunan yang kami tempati akan digunakan untuk pembangunan tandon air dan pusat instalasi listrik,” terangnya.

Sebelum pindah, sebelah timur rumah yang ditempati di kompleks Gedung Juang juga telah terbangun beberapa ruangan kantor. Ruangan kantor tersebut rencananya akan difungsikan sebagai kantor sekretariat sepuluh organisasi. ”Ruangan itu memang diagendakan sebagai kantor, tapi ukurannya mengecil terdiri dari ruang DHC 45, LVRI, PEPABRI, dan Persatuan Istri Purnawirawan. Setelah disekat, ruangan hanya cukup untuk tiga orang,” terangnya.

Sebagai penghuni dan pengelola Gedung Juang, Touwil kerap diundang oleh Dinas PU Bina Marga Cipta Karya dan Penataan Ruang. Kala itu, ada kesepakatan bersama antara Pemkab Banyuwangi yang dalam hal ini Dinas PU Bina Marga Cipta Karya dan Penataan Ruang bersama dengan DHC 45 Banyuwangi, LVRI, dan PEPABRI, bahwa gedung tersebut namanya tidak berubah, yakni tetap menjadi Gedung Juang 45 Banyuwangi. ”Jadi sudah ada kesepakatan sebelumnya, bahwa nama gedung tidak akan diubah. Tetap bernama Gedung Juang 45 Banyuwangi,” tandasnya. (ddy/bay/c1)

(bw/ddy/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news