Kamis, 17 Jun 2021
radarbanyuwangi
Home > Features
icon featured
Features
Gedung Juang Bertransformasi Jadi Gedung Seni

Veteran Berharap Nama Gedung Tak Diubah

09 Juni 2021, 09: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

SELASAR: Salah satu lorong di kompleks bangunan baru Gedung Juang Banyuwangi. Bagian atas merupakan material baru dengan warna yang senada dengan atap Gedung Juang yang lama.

SELASAR: Salah satu lorong di kompleks bangunan baru Gedung Juang Banyuwangi. Bagian atas merupakan material baru dengan warna yang senada dengan atap Gedung Juang yang lama. (RAMADA KUSUMA/RaBa)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Kalangan veteran pada dasarnya mendukung alih fungsi Gedung Juang. Meski begitu, mereka berharap nama Gedung Juang tetap dipertahankan.

Pernyataan itu disampaikan kalangan Organisasi Veteran dan Purnawirawan TNI dan Polri kepada Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara beberapa waktu lalu (27/5). Mereka terdiri dari perwakilan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), Dewan Harian Cabang (DHC) 45 Banyuwangi, Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD), Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut (PPAL), Persatuan Purnawirawan Angkatan Udara (PPAU), Persatuan Purnawirawan Polri, dan Pemuda Panca Marga.

Ketua DPC LVRI Banyuwangi Kapten (Purn) Kusnari mengatakan, meski saat ini bangunan Gedung Juang telah direvitalisasi, namun pihaknya berharap pemkab tidak mengganti nama gedung yang memiliki nilai historis perjuangan itu menjadi Gedung Kesenian Rakyat. ”Gedung Juang itu punya nilai historis perjuangan. Sudah sepatutnya generasi penerus di Banyuwangi tidak melupakan sejarah kemerdekaan. Untuk itu, kami berharap nama Gedung Juang tidak diubah menjadi Gedung Kesenian Rakyat,” ujarnya.

Baca juga: Ada Kamar Bola Tempat Dansa

Menurut Kusnari, para veteran tidak akan persoalkan alih fungsi Gedung Juang untuk kegiatan seni budaya atau pun lainnya. Dia menambahkan, asalkan alih fungsi tersebut untuk kepentingan masyarakat, pihaknya pasti mendukung. ”Namun, jangan mengganti nama bangunan semula, yakni Gedung Juang. Selain itu, ornamen maupun foto-foto sejarah perjuangan kemerdekaan di Banyuwangi bisa ditampilkan di gedung tersebut,” kata dia.

Selain itu, Kusnari meminta kepada pemkab agar tetap memberikan ruang kepada organisasi veteran maupun purnawirawan untuk tetap dapat melakukan aktivitas organisasi di Gedung Juang.

Sementara Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara menyampaikan, DPRD menerima aspirasi yang disampaikan oleh veteran dan purnawirawan TNI dan Polri tersebut. ”Kami tampung aspirasi dari para veteran pejuang tersebut. Secara pribadi saya juga tidak setuju jika nama Gedung Juang diubah menjadi Gedung Kesenian Rakyat karena bangunan itu ada nilai historisnya sekaligus simbol para pejuang, kalau mau dipakai untuk kegiatan masyarakat monggo-monggo saja,” kata dia.

Selanjutnya untuk menindaklanjuti aspirasi para veteran dan purnawirawan tersebut, DPRD Banyuwangi melalui Alat Kelengkapan Dewan akan memberikan ruang kepada seluruh pihak untuk bermusyawarah agar mendapatkan titik temu yang baik.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Mujiono menyatakan, pihaknya telah menerima surat dari kalangan veteran tersebut. Dia mengaku sudah mendisposisi surat itu kepada pihak Disbudpar untuk ditindaklanjuti.

Mujiono menyatakan, meski ke depan akan dimanfaatkan sebagai Gedung Kesenian Rakyat, kalangan veteran tetap bisa beraktivitas di gedung tersebut. Dia menuturkan, di bagian belakang gedung telah dibangun lima ruangan yang dapat dimanfaatkan untuk kantor veteran. Bangunan di bagian belakang itu juga dilengkapi aula yang dapat digunakan kalangan veteran menggelar rapat. Selain itu, ada pula dapur dan kamar mandi. ”Ruang-ruangan itu sudah jadi, silakan ditempati. Sehingga para veteran tidak akan terusir dari gedung tersebut,” tegasnya. (sgt/bay/c1)

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news