Kamis, 17 Jun 2021
radarbanyuwangi
Home > Edukasi
icon featured
Edukasi

Santri Blokagung Jalani Rapid Antigen

08 Juni 2021, 16: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

PENCEGAHAN: Petugas mengambil sampel liur untuk rapid antigen di teras Rusunawa, kompleks Pondok Pesantren Darusssalam, Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, kemarin (6/7)

PENCEGAHAN: Petugas mengambil sampel liur untuk rapid antigen di teras Rusunawa, kompleks Pondok Pesantren Darusssalam, Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, kemarin (6/7) (SHULHAN HADI/RaBa)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Para santri Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari yang baru menjalani libur panjang, sudah mulai kembali ke pesantren, kemarin (6/6). Para santri yang baru datang itu, tidak bisa masuk ke asrama. Mereka harus melewati pemeriksaan administrasi dan menjalani rapid antigen.

Para santri yang telah kembali ke pesantren itu, bagi yang tinggal di wilayah Kabupaten Banyuwangi, terutama di daerah barat seperti Kecamaran Kalibaru, Glenmore, Genteng, Sempu, Tegalsari, dan Gambiran. “Ini hari pertama santri kembali ke pesantren,” terang salah satu pengasuh Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, KH. Ahmad Munib Syafaat kepada RadarBanyuwangi.id.

Menurut Gus Munib, sapaan KH. Ahmad Munib Syafaat, santri yang datang ke pesantren harus menjalani pemeriksaan rapid antigen. Ini sebagai komitmen pesantren untuk mencegah penularan Covid-19. “Semua tanpa terkecuali, kita rapid. Sarana prasarana pendukung sudah disiapkan,” jelasnya.

Baca juga: Tanaman Jagung Ludes Digerogoti Tikus

Para santri yang kembali ke pesantren ini, terang dia, telah dijadwal. Pada Minggu (6/6) ini hari pertama, dan terakhir pada Rabu (16/6). Kedatangan santri sengaja dijadwal cukup panjang demi menghindari kerumunan dan memudahkan pemeriksaan kesehatan. “Mulai hari ini sampai 10 hari kedepan ada jadwalnya,” terangnya.

Diperkirakan, jelas dia, dalam sehari ada sekitar 800 santri yang datang. Semua santri yang baru datang itu, dipastikan bisa terlayani dalam pemeriksaan di pesantren. “Panitia sudah berkoordinasi dengan ketua rombongan santri,” ungkapnya.

Untuk santri baru, jelas dia, aturannya juga tidak beda dengan santri lama. Kedatangannya ke pesantren dijadwalkan dalam tiga hari terhitung mulai Kamis (1/7) hingga Sabtu (3/7). “Santri baru datangnya setelah santri lama selesai,” cetusnya.

Koordinator pemeriksaan santri Anim Jauhariyah menyampaikan, selama pemeriksaan ini setiap hari menyiapkan 1000 spesimen. Untuk hari pertama, mulai pagi hingga sore tercatat ada 358 santri yang daftar pemeriksaan. Mekanisme yang digunakan juga cukup sederhana, setelah tiba santri diarahkan ke lokasi pemeriksaan. “Waktunya cepat, hasil pemeriksaan hasilnya negatif semua,” ungkapnya.(sli/abi)

(bw/sli/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news