Kamis, 17 Jun 2021
radarbanyuwangi
Home > Edukasi
icon featured
Edukasi

PPDB SD Digelar Secara Offline, SMP Tetap Online

07 Juni 2021, 11: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Siswa SMP yang hendak masuk SMA mendaftar secara online.

Siswa SMP yang hendak masuk SMA mendaftar secara online. (FREDY RIZKI/RaBa)

Share this          

RadarBanyuwangi.id - Jadwal penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMP mulai dibuka hari ini (7/6). Puluhan ribu lulusan SD akan bersaing ketat untuk mendapatkan kursi di SMP.

Jalur yang pertama dibuka adalah jalur prestasi. Tahun ini ada tiga kategori jalur prestasi yang dibuka oleh Dinas Pendidikan. Yaitu jalur prestasi akademik dan non-akademik dengan kuota masing-masing 5 persen dari pagu sekolah. Kemudian jalur rerata rapor dengan kuota 20 persen dari pagu sekolah.

Untuk jalur prestasi akademik maupun non-akademik, dibuktikan dengan sertifikat yang dimiliki pendaftar. Kemudian, sekolah tujuan akan melakukan validasi terhadap sertifikat yang sudah diupload di website PPDB.

(Grafis: Reza/RaBa)

Baca juga: Ikut Seleksi Timnas, Striker Persip Pesanggaran Lolos Zona Jatim

Dalam jalur ini, sesuai juknis PPDB prioritas diberikan kepada lomba atau kejuaraan perorangan. Meskipun, kejuaraan dengan model grup atau kelompok juga tetap diakui. Dengan level minimal juara III di tingkat kabupaten sampai ke kejuaraan tingkat Internasional. Sekolah juga berhak melakukan uji petik untuk memastikan jika sertifikat yang dimiliki oleh pendaftar sesuai dengan kemampuan yang tertulis.

Untuk jalur prestasi nilai akademik rerata rapor, siswa hanya bisa memilih 1 SMP pilihan. Untuk lulusan SD tahun ini, data-data mereka sudah otomatis ada di dalam data pokok pendidikan (Dapodik). Siswa tinggal melihat skor yang sudah tercantum untuk memastikan mereka lolos atau tidak dalam skoring di SMP yang dituju.

"Di tingkat SMP, sekolah menyelenggarakan PPDB secara online karena peminatnya semakin banyak. Selain untuk meminimalisasi kerumunan, cara offline dianggap lebih mempermudah proses seleksi. Ada beberapa SD yang tetap online, terutama SD yang peminatnya banyak seperti yang ada di wilayah kota,’’ ujar Plt. Kadispendik, Banyuwnagi Suratno.

Kasi SMP Dispendik Sutikno menambahkan, sebelum PPDB digelar pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi terpadu dengan beberapa pihak. Seperti Korwil, MKKS SMP, K3S SD, dan Dewan Pendidikan untuk mengantisipasi masalah yang muncul di tengah PPDB. Di samping itu, Dispendik juga telah menggelar simulasi melalui aplikasi yang dikembangkan oleh Diskominfo.

Sutikno menegaskan PPDB jenjang SMP dilakukan secara online penuh. Jika nantinya ada kendala, masyarakat bisa langsung mendatangi SMP terdekat atau SD untuk memastikan kelancaran pendaftaran. "Di Dispendik kita pastikan data otentik dengan pendaftar. Jadi kesalahan bisa diperbaiki setelah kita cek dan ricek data," tegasnya.

Sementara itu, untuk jenjang SD pelaksanaan PPDB digelar secara offline. Hal ini dilakukan karena banyak pagu di SD yang setiap tahun tidak terisi. Meski demikian, Dinas Pendidikan tetap mengingatkan agar sekolah-sekolah tetap menjalankan protokol kesehatan selama PPDB offline berlangsung.  "Prokes tetap menjadi ketetapan. Karena sesuai ketentuan sekolah juga membatasi kapasitas siswa hanya 50 persen dari kapasitas sekolah," tegas Plt. Kadispendik Suratno. (fre/aif)

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news