Kamis, 17 Jun 2021
radarbanyuwangi
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Anak Muda Dimodali Ratusan Juta untuk Dorong Geluti Pertanian

07 Juni 2021, 20: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

REGENERASI PETANI: Bupati Ipuk didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Arief Setiawan meluncurkan Program Jagoan Tani di BPP Genteng kemarin (6/6).

REGENERASI PETANI: Bupati Ipuk didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Arief Setiawan meluncurkan Program Jagoan Tani di BPP Genteng kemarin (6/6). (DINI FOR RABA)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Bupati Ipuk Fiestiandani meluncurkan program ”Jagoan Tani” untuk mengajak anak-anak muda menggeluti bisnis pertanian dengan segala sub sektornya. Hadiah ratusan juta hingga penyediaan lahan untuk usaha disediakan bagi para kandidat terpilih.

Sudah buka rahasia bahwa regenerasi petani menjadi tantangan besar di Banyuwangi. Bahkan, hasil Sensus Pertanian Nasional menyebutkan, hanya ada 12 persen petani berusia di bawah 35 tahun. Sedangkan jumlah petani berusia di atas 45 tahun mencapai 61,8 persen.

Bupati Ipuk menyadari hal itu. Dia menyebut, regenerasi petani adalah tantangan bersama. “Sekarang jujur saja, berapa anak muda yang tertarik bisnis pertanian? Survei kecil-kecilan saja, coba tanya secara acak pada anak-anak muda yang nongkrong di kafe. Pasti sangat sedikit yang mau masuk ke bisnis pertanian,” ujarnya di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Genteng kemarin (6/6).

Baca juga: Baznas Bantu Rantang Dhuafa

Ipuk menuturkan, jika tidak ada regenerasi, ke depan semakin sedikit anak muda yang menggeluti pertanian. Untuk itu, Jagoan Tani digulirkan untuk menghadirkan paras sektor pertanian yang lebih menarik. “Ada sentuhan inovasi dan digitalisasi, sehingga kita berharap anak-anak muda mau melirik pertanian termasuk di dalamnya perkebunan, perikanan, peternakan,” beber Ipuk kepada RadarBanyuwangi.id.

Ipuk menjelaskan, Jagoan Tani adalah hasil transformasi dari kompetisi bisnis pertanian anak muda yang rutin digelar Banyuwangi sejak 2018. “Sekarang kita transformasikan menjadi lebih terintegrasi. Bukan hanya ide atau rintisan bisnis pertanian dikompetisikan, tapi juga ada mentoringnya, dikoneksikan dengan perbankan, dan disediakan lahan untuk usaha. Juga tentu ada hadiah Rp120 juta untuk stimulus modal,” jelasnya.

Sejumlah mentor bakal dihadirkan untuk ”mencuci otak” anak muda Banyuwangi terkait konsep bisnis pertanian modern. Ada dosen hingga ada praktisi. “Saya sudah kontak Direktur Transformasi Bisnis PT Pupuk Indonesia Pak Panji Winanteya, beliau mau menjadi mentor anak-anak muda untuk masuk ke bisnis pertanian. Juga ada Pak Ipang Wahid, pelaku ekonomi kreatif nasional yang kini menggeluti agribisnis,” imbuhnya.

Ipuk menambahkan, konsep Jagoan Tani semakin terintegrasi karena juga ada fase presentasi ke perbankan. ”Saya inginnya bukan hanya perbankan, tapi juga ada pengusaha, ada investor, yang bisa melihat bagaimana anak-anak muda ini presentasi ide gilanya soal dunia pertanian, sehingga nanti bisa dibiayai,” paparnya.

Berbarengan dengan program Jagoan Tani tersebut, kata Ipuk, dinas terkait juga akan mendampingi. “Contohnya untuk urus perizinan, sehingga benar-benar akan menjadi real business, bukan hanya ide bisnis yang tidak dieksekusi,” lanjutnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Arief Setiawan menambahkan, tahapan Jagoan Tani akan dimulai dengan sosialisasi luas ke pusat-pusat aktivitas anak muda, seperti kampus dan komunitas. “Kami akan perkenalkan dunia pertanian, kita ajak untuk masuk ke bisnis ini. Lalu ada pendaftaran, seleksi, verifikasi, mentoring, hingga presentasi final. Kita juga akan terus sosialisasikan ini melalui media sosial @jagoantanibanyuwangi,” pungkasnya. (sgt)

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news