Kamis, 17 Jun 2021
radarbanyuwangi
Home > Events
icon featured
Events

Dibuka Tari Jejer Kembang Menur, Tampilkan Penyanyi Putri Kembar

07 Juni 2021, 19: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

PEMBUKA: Duta seni pelajar SMAN Darussholah Singojuruh menampilkan tari jejer Kembang Menur.

PEMBUKA: Duta seni pelajar SMAN Darussholah Singojuruh menampilkan tari jejer Kembang Menur. (DEDY JUMHARDIYANTO/RABA)

Share this          

RadarBanyuwangi.id - Gelaran Banyuwangi Culture Every Week (BCE) episode Kecamatan Singojuruh berlangsung semarak dan meriah, Sabtu (5/6). Kegiatan dipusatkan di kantor Desa/Kecamatan Singojuruh itu tetap menerapkan protokol kesehatan Covid 19 secara ketat.

Seluruh penabuh gamelan (wiyogo) dan para penari tetap mengenakan masker atau faces hield saat tampil. Begitu pula dengan tamu undangan  hadir di lokasi acara. Mereka wajib melalui pemeriksaan cek suhu tubuh, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, dan duduk di kursi yang telah diatur berjarak satu meter.

Banyuwangi Culture Every Week (BCE) edisi Kecamatan Singojuruh ini dibuka langsung  Camat Singojuruh, Trisetia Supriyanto. Menurut Tri, kegiatan Banyuwangi Festival (Fest) sudah dilaksanakan sejak bulan Februari lalu dengan konsep berbeda yakni Colorful Hybrid Concept yakni, bisa dilihat secara langsung off line juga bisa ditonton secara on line dan bisa disaksikan seluruh Indonesia dan dunia.

Baca juga: 4. 575 Perahu Nelayan Belum Tersertifikasi

“Kegiatan budaya tidak akan hilang meski di tengah pandemi. Tentu tetap dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Tidak ada pengecualian, semua harus tetap mengenakan masker, face shield,” ungkap Trisetia kepada RadarBanyuwangi.id.

Penerapan protokol kesehatan secara ketat wajib dipatuhi, dia tidak ingin muncul klaster Banyuwangi Festival di Kecamatan Singjuruh. “Kami sudah bekerja maksimal untuk menekan penyebaran Covid 19 di Kecamatan Singojuruh. Sementara ini tinggal satu orang sakit, semoga segera sembuh dan kembali ke zona hijau khususnya di Kecamatan Singojuruh. Maka kita harus ketat protokol kesehatan,” pesannya sebelum membuka acara.

Acara dipusatkan di Kantor Desa Singojuruh itu dibuka dengan penampilan Tari jejer Kembang Menur oleh duta seni pelajar SMAN Darussholah, dilanjutkan tari kupu cedung SDN se Kecamatan Singojuruh, tari kembang pesisiran, tari Rodad Syi’iran, tari cunduk menur, tari padang ulan, tari jaran goyang dan ditutup tari sorote lintang oleh siswi SMPN 1 Singojuruh.

Yang menarik, dalam BCE edisi Kecamatan Singojuruh ini dimeriahkan penampilan siswi kembar Yunda-Yundi dari SMAN Darussholah yang unjuk kebolehan dalam olah vocal menyanyikan lagu daerah berjudul impen-impenan. Seluruh penampilan tari dan lagu daerah diiringi musik tradisional langsung oleh para wiyogo. (ddy/afi)

(bw/ddy/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news