Kamis, 17 Jun 2021
radarbanyuwangi
Home > Kesehatan
icon featured
Kesehatan

136 Ribu Warga Banyuwangi Sudah Divaksinasi

06 Juni 2021, 18: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

SAYA SUDAH VAKSIN: Seorang lansia menunjukkan kartu vaksinasi Covid-19.

SAYA SUDAH VAKSIN: Seorang lansia menunjukkan kartu vaksinasi Covid-19. (RAMADA KUSUMA/RaBa)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Pemkab Banyuwangi terus melakukan percepatan vaksinasi Covid-19 di seantero kabupaten ujung timur Pulau Jawa. Hasilnya, sejak kali pertama digeber pada akhir Februari lalu, hingga awal Juni ini vaksinasi sudah dilakukan terhadap 136 ribu lebih warga Bumi Blambangan.

Percepatan vaksinasi dilakukan dengan melibatkan 62 fasilitas kesehatan di Banyuwangi. Tepatnya, 45 puskesmas, 13 rumah sakit (RS), dan 4 klinik.

Juru Bicara (Jubir) Penanganan Covid-19 Banyuwangi dr Widji Lestariono mengatakan, target sasaran vaksinasi Covid-19 di kabupaten the Sunrise of Java ini mencapai 1,3 juta orang. ”Jumlah ini merupakan 70 persen dari populasi Banyuwangi yang jumlahnya mencapai 1,7 juta orang,” ujar pria yang karib disapa Rio tersebut.

Baca juga: Menko Airlangga: Kartu Prakerja Ciptakan Lapangan Kerja Baru

Dari total sasaran vaksinasi yang mencapai 1,3 juta orang tersebut, kata Rio, sebanyak 136.266 orang telah menjalani vaksinasi hingga awal Juni ini. Dikatakan, warga Banyuwangi yang sudah mendapat vaksinasi itu terdiri dari beberapa kelompok sasaran, yakni tenaga kesehatan, tenaga pelayan publik, hingga warga lanjut usia (lansia).

Rio merinci, sejauh ini vaksinasi bagi tenaga kesehatan dan pelayan publik sudah melebihi target yang ditetapkan. Rinciannya, pada kelompok sasaran tenaga kesehatan realisasi vaksinasi telah mencapai 110 persen dari target sebanyak 6.080 orang. ”Sedangkan untuk kelompok sasaran tenaga pelayan publik sudah terealisasi sebesar 116 persen,” kata Rio kepada RadarBanyuwangi.id.

Untuk sasaran kelompok lansia, sudah dilakukan vaksinasi kepada 46.581 lansia atau setara 49,15 persen dari target sebesar 87.927 lansia. Saat ini proses vaksinasi Covid-19 masih terus berlangsung. Bahkan, Pemkab Banyuwangi melakukan percepatan pelaksanaan vaksinasi dengan sistem drive thru.

Lebih jauh Rio mengatakan, selama beberapa pekan lalu pihaknya telah melakukan evaluasi terhadap vaksinasi kalangan lansia. Dia menyebut kendala utama yang menyebabkan vaksinasi untuk kelompok sasaran yang satu ini relatif minim adalah rendahnya tingkat kehadiran calon penerima vaksin.

Setelah dikaji dan dilakukan analisis, tingkat kehadiran yang rendah itu disebabkan beberapa hal. Pertama keterbatasan fisik yang tidak memungkinkan lansia mendatangi faskes. ”Ini kita atasi dengan program jemput bola vaksinasi di rumah lansia. Ini sudah dilakukan oleh seluruh puskesmas di Banyuwangi,” tuturnya.

Penyebab kedua tingkat kehadiran yang rendah itu karena banyak lansia yang takut disuntik vaksin. Oleh karena itu, Rio meminta seluruh komponen yang memiliki kepedulian terhadap vaksinasi untuk bisa memberikan edukasi kepada para lansia. ”Ketiga adalah terpengaruh berita yang belum terbukti kebenarannya. Untuk itu, kami meminta para tenaga kesehatan meluruskan berita-berita yang seperti itu,” pungkasnya. (sgt/afi/c1)

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news