Kamis, 17 Jun 2021
radarbanyuwangi
Home > Edukasi
icon featured
Edukasi

Semua Sekolah Boleh Selenggarakan PTM, Kapasitas Maksimal 50 Persen

06 Juni 2021, 05: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

PULANG SEKOLAH: Pada tahun ajaran baru Juli nanti, semua sekolah boleh menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM).

PULANG SEKOLAH: Pada tahun ajaran baru Juli nanti, semua sekolah boleh menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM). (RAMADA KUSUMA/RaBa)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Pembelajaran tatap muka (PTM) tahun ajaran baru akan dimulai pertengahan Juli nanti. Melihat pandemi Covid-19 yang belum aman, jumlah siswa yang belajar di kelas akan tetap dibatasi.   

Meski demikian, semua sekolah diizinkan untuk menyelenggarakan PTM. Sudah ada permintaan agar seluruh sekolah bisa menggelar PTM pada tahun ajaran baru nanti. Awalnya, tak hanya semua sekolah yang ditargetkan untuk melaksanakan PTM. Semua siswa mulanya diharapkan bisa masuk dengan kapasitas normal. Hanya saja, melihat kondisi pandemi sekarang, PTM masih tidak bisa dibuka 100 persen.

Sekolah bisa memasukkan siswanya 50 persen dari kapasitas masing-masing sekolah. Sisanya tetap melakukan belajar di rumah atau dengan metode daring. Bisa juga menggunakan metode bergantian jam sekolah. ”Untuk SMA per kelas pagunya 36 orang, SMP 32 orang dan SD 28 orang. Jadi separonya kalau kapasitas maksimal 50 persen,” ujar Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno kepada RadarBanyuwangi.id.

Baca juga: Perekonomian Banyuwangi Era Covid-19

Sebelum semua sekolah melaksanakan PTM, Dispendik ingin memastikan semua guru dan tenaga kependidikan sudah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19. Apalagi, Banyuwangi sudah mendapatkan kiriman vaksin dalam jumlah besar pada awal Mei lalu. Begitu semua guru baik PNS, GTT, maupun PTT sudah divaksin, siswa akan merasa lebih aman.

Hingga akhir Mei, data yang diperoleh Dinas Pendidikan sudah 99 persen guru dan tenaga kependidikan yang mendapatkan vaksinasi. Tinggal menyelesaikan beberapa orang yang sempat tertunda vaksinasinya karena beberapa alasan tertentu. ”Kita masih berusaha menyisir sasaran guru yang belum tervaksin. Masih terus on progress. Kita optimistis sebelum tahun ajaran baru dimulai, semua tenaga pendidik sudah disuntik vaksin,” kata Suratno. (fre/aif/c1)

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news