Kamis, 17 Jun 2021
radarbanyuwangi
Home > Kesehatan
icon featured
Kesehatan

1.700 Pelaku Wisata Jalani Vaksinasi Secara Drive Thru

05 Juni 2021, 14: 35: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

DITARGET LIMA HARI TUNTAS: Para pelaku pariwisata kemarin mendapatkan giliran disuntik vaksin Covid-19.

DITARGET LIMA HARI TUNTAS: Para pelaku pariwisata kemarin mendapatkan giliran disuntik vaksin Covid-19. (RAMADA KUSUMA/RaBa)

Share this          

RadarBanyuwangi.id - Upaya pemulihan ekonomi terus dilakukan Pemkab Banyuwangi. Tidak terkecuali di sektor pariwisata. Terbaru, vaksinasi Covid-19 menyasar 1.700 pelaku wisata di kabupaten ujung timur Pulau Jawa. Untuk mempercepat layanan, vaksinasi kali ini dilakukan dengan metode drive thru.

Dua tenda berukuran besar bertulisan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berdiri di kompleks Gedung Olahraga (GOR) Tawangalun, Banyuwangi, Kamis (3/6). Satu tenda berada di sisi utara gedung utama fasilitas olahraga kebanggaan masyarakat Banyuwangi itu. Satu tenda yang lain berada di sisi timur.

Sedangkan di sisi selatan terdapat dua tenda lain. Di bawah dua tenda yang berdiri berjejer itu terdapat beberapa petugas yang tampak sigap ”menyambut” setiap pengunjung yang datang. Tanpa perlu turun dari kendaraan, baik sepeda motor atau mobil, setiap pengunjung bisa langsung menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP) kepada petugas tersebut.

Baca juga: Menko Perekonomian Ungkap Strategi Pimpin Forum Sherpa Track G20 2022

Setelah memastikan pengunjung yang datang sesuai data yang ada, petugas langsung melakukan pemeriksaan tekanan darah terhadap pengunjung tersebut. Tak sampai lima menit, petugas lantas mengarahkan pengunjung menuju tenda BNPB yang berada di sisi utara gedung utama GOR Tawangalun.

Di tenda BNPB itulah, pengunjung mendapat suntikan vaksin Covid-19. Setelah menjalani vaksinasi, pengunjung itu akan diarahkan ke tenda lain yang berada di sisi timur gedung atau ke deretan kursi yang berlokasi tidak jauh dari tenda ketiga tersebut guna menjalani observasi selama kurang lebih 15 menit.

Setelah menjalani observasi, setiap orang yang telah mendapat suntikan vaksin akan menerima sertifikat vaksinasi tahap pertama. Selain itu, jika tidak ada gejala kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI), pengunjung yang telah menjalani vaksinasi itu bisa langsung meninggalkan lokasi untuk melanjutkan aktivitas masing-masing.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dr Widji Lestariono atau yang karib disapa Rio mengatakan, kegiatan di GOR Tawangalun tersebut merupakan layanan drive thru vaksinasi Covid-19. Layanan drive thru tersebut menjadi salah satu upaya percepatan vaksinasi yang dilakukan Pemkab Banyuwangi.

Rio menuturkan, sasaran awal vaksinasi Covid-19 secara drive thru adalah 1.700 pelaku wisata se-kabupaten berjuluk the Sunrise of Java ini. ”Vaksinasi terhadap 1.700 pelaku wisata itu kami targetkan selesai selama empat sampai lima hari,” ujarnya ditemui wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi di lokasi kegiatan.

Setelah pelaku wisata, imbuh Rio, vaksinasi dengan metode serupa akan dilakukan terhadap sasaran yang lain, yakni pelaku transportasi, seperti sopir angkot, ojek, dan sebagainya. ”Setelah itu selesai, akan kita lakukan evaluasi. Jika memungkinkan, insya Allah masyarakat umum pun akan bisa menikmati layanan vaksinasi Covid-19 secara drive thru,” kata dia.

Rio menuturkan, layanan vaksinasi secara drive thru dilakukan lantaran dinilai praktis. Calon penerima vaksin tidak perlu antre dan tidak perlu turun dari kendaraan. ”Meski demikian, mereka tetap melakukan tahap-tahap yang sama seperti halnya vaksinasi yang dilakukan di fasilitas kesehatan (faskes), mulai screening, pemeriksaan tensi meter, vaksinasi, dan menjalani observasi selama 15 menit. Setelah itu mereka mendapat sertifikat vaksinasi,” terangnya.

Dikonfirmasi di lokasi yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudar) M. Yanuarto Bramuda menuturkan, layanan drive thru menjadi cara baru yang dilakukan pemkab untuk mengoptimalkan vaksinasi Covid-19, khususnya bagi para pelaku wisata di Bumi Blambangan. Rencananya, vaksinasi bagi kalangan pelaku wisata itu dilakukan mulai Kamis (3/6) sampai Senin (7/6).

Bramuda menuturkan, metode drive thru dipilih untuk mempercepat layanan kepada pelaku wisata. ”Mulai screening awal, pengecekan kesehatan, hingga penyuntikan vaksin membutuhkan waktu tidak sampai 5 menit. Ditambah observasi pasca penyuntikan vaksin selama 15 menit, sehingga total 20 menit teman-teman pelaku wisata, mulai karyawan hotel, driver, pemandu wisata, dan lain-lain bisa kembali melakukan aktivitasnya,” beber pria yang karib disapa Bram tersebut.

Masih menurut Bram, selain mempercepat proses vaksinasi terhadap seluruh sasaran di Bumi Blambangan, layanan tersebut menjadi cara pemkab agar seluruh destinasi wisata, hotel, restoran, dan lain-lain, bisa menerima wisatawan dengan aman dan nyaman. Apalagi, sebelumnya pemkab juga sudah memberikan sertifikasi kepatuhan protokol kesehatan terhadap destinasi, hotel, restoran, rumah makan, hingga para pemandu wisata. ”Sebetulnya penerapan prokes di sektor pariwisata di Banyuwangi sudah baik. Namun, ini harus ditunjang pelaku wisata yang bisa menunjang kesiapsiagaan menerima wisatawan sehingga sektor pariwisata semakin cepat bangkit,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banyuwangi Zaenal Muttaqin menyambut baik pelaksanaan vaksinasi bagi pelaku wisata di Bumi Blambangan. Menurut dia, vaksinasi ini bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk kembali berwisata dan berinvestasi di sektor pariwisata. ”Ini sangat luar biasa. Vaksinasi ini sudah kami nanti-nantikan. Kami sangat berterima kasih kepada pemkab. Vaksinasi ini bisa menjadi garansi dan menambah kepercayaan bagi wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi,” pungkasnya. (sgt/aif/c1)

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news